KALIANDA: Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah menuai keluhan di SD Negeri 1 Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Sejumlah orang tua wali murid dan pihak sekolah mengeluhkan kualitas menu MBG yang dinilai berulang kali tidak layak konsumsi.
Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa murid disebut menerima makanan berupa tahu berjamur serta buah-buahan yang sudah dalam kondisi busuk. Temuan itu menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan yang bisa dialami para siswa.
Pihak sekolah mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan tersebut kepada pengelola melalui grup komunikasi Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Kedaton 2. Namun, hingga kini belum ada respons ataupun tindak lanjut yang diterima.
“Kami sudah menyampaikan keluhan berulang kali melalui grup SPPG Kedaton 2, tapi tidak ada tanggapan sama sekali,” ujar salah satu pihak sekolah yang enggan disebutkan namanya, Kamis (15/1/2026).
Keresahan serupa juga disampaikan para orang tua wali murid. Salah seorang wali murid mengungkapkan, anak tetangganya yang bersekolah di SDN 1 Way Urang sempat mengalami muntah-muntah usai mengonsumsi menu MBG.
“Sebagai orang tua tentu kami sangat khawatir. Anak-anak menerima menu yang sama setiap hari,” ujarnya.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala SPPG Kedaton 2, Aldi. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Pesan dan panggilan melalui aplikasi WhatsApp tidak mendapat respons.
Sementara itu, Abqoriah selaku pemilik dapur MBG Kedaton 2 juga belum dapat dimintai keterangan. Akun WhatsApp yang digunakan untuk menghubungi yang bersangkutan terpantau dalam kondisi tidak aktif.
Hingga kini, orang tua murid dan pihak sekolah berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya pengawasan kualitas makanan, agar tujuan peningkatan gizi anak sekolah tidak justru berujung pada risiko kesehatan.
(Mus)





















