Lampung Utara: Di usia yang seharusnya dipenuhi tawa dan keceriaan, Amel Sabila, harus menjalani hari-hari dalam sunyi dan rasa sakit. Bocah perempuan berusia 17 tahun asal Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara ini, kini hanya bisa terbaring lemah, di ranjang rumah sakit daerah Ryacudu, Kotabumi, Kamis (29/1/2026)
Sang ibu, Danila Wati, setia mendampingi, menahan air mata yang hampir tak pernah kering, menceritakan kondisi anaknya yang sejak kecil memang telah menderita sakit, dan mengalami kelainan, sehingga butuh perhatian dan perawatan.
Kini Amel Sabila, karena sakitnya bahkan tidak dapat berjalan, Danila Wati, juga menceritakan anaknya yang kerap menyakiti dirinya sendiri, dengan menggigit tangannya, dan membenturkan kepala kesemen, sering menangis dan sulit untuk tidur terkadang hingga 24 jam.
“Dia kerap membenturkan kepala kesemen, dengan alasan yang tidak kita mengerti, Kalau dia seperti itu, saya hanya bisa memeluk dan berdoa, agar cepat diberikan kesembuhan” tutur Danila Wati dengan suara lirih.
Amel Sabila merupakan anak ke 3 dari 4 bersaudara pasangan Danila Wati (50) dan Ibrahim Hasan (51), penyakit ini mulai terdeteksi sejak kecil, Amel Sabila, baru bisa berjalan di usia 7 tahun, namun ketika ia mengalami kejang-kejang, dan mulai saat itu mengungkap fakta anaknya didiagnosa menderita Disabilitas sindrom, dan sulit untuk bisa berjalan.
Amel Sabila harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kini, ia tak lagi bisa bermain, ataupun menikmati masa kecil seperti teman-temannya.
Hari-harinya hanya diisi dengan berbaring, tertidur, dan menahan rasa sakit. Keterbatasan ekonomi membuat kondisi semakin berat. Sang ayah, Ibrahim Hasan hanya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Setiap hari ia harus memilih antara bekerja demi sesuap nasi atau mendampingi anaknya yang terus berjuang melawan penyakit.
“Anak butuh perawatan intensif,dan membutuhkan banyak biaya” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Dengan kesigapan dari Lurah Rejosari yang bekerja sama dengan Puskesmas Kota 1 memberikan bantuan pengobatan dengan merujuk Amel Sabila, ke RSUD HM. Ryacudu Kotabumi.
Lurah Rejosari Alhoiria mengatakan setelah mendapat informasi terkait adanya warga yang membutuhkan bantuan, karena anaknya sudah satu bulan sulit untuk makan, pada selasa (27/1/2026) pihak dari kelurahan dan pihak puskes kota 1 menjenguk Amel Sabila, ternyata kondisi anak tersebut sangat memprihatinkan, di tangan kirinya banyak bekas luka gigitan, dan suka membenturkan kepala jika kondisinya sedang tidak stabil.
“Awalnya si ibu anak yang menderita Disabilitas bilang, anaknya sudah mau sebulan susah makan” terang Lurah Rejosari, Alhoiria, saat di temui di RSUD Ryacudu.
“Setelah pengecekan, kata dokter harus segera di rujuk ke rumah sakit, biar mendapatkan pemeriksaan yang lebih layak, akhirnya hari Rabu dari kelurahan dan pihak puskesmas mendampingi untuk mengantarkan pasien ke rumah sakit Riyacudu ” ungkap Alhoiria
Namun keluarga memikirkan penanganan lanjutan dengan biaya yang tak mampu mereka bayangkan. Di tengah keputusasaan, Danila Wati (50) dan Ibrahim Hasan (51) hanya bisa menggantungkan harapan pada kepedulian sesama.
“Kami ini orang kecil. Kami tidak tahu harus mengadu ke siapa lagi. Kalau ada yang mau membantu, sekecil apa pun, itu sangat berarti untuk kesembuhan anak kami,” ujarnya menahan haru.
Bantuan biaya pengobatan, maupun perhatian dari pihak terkait diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan memberi Amel Sabila, kesempatan untuk bertahan, bahkan sembuh.
Karena bagi Amel Sabila, setiap bantuan bukan sekadar rupiah, melainkan harapan sembuh, dan harapan untuk kembali merasakan masa kecil yang hampir hilang.
(Ipul/Ayi)






















