Lampung Utara: Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melantik 4.784 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, Rabu (31/12/2025), di Lapangan Masjid Islamic Center Kotabumi.
Pelantikan ini menjadi salah satu yang terbesar di Provinsi Lampung dan dipandang sebagai langkah strategis memperkuat layanan publik di daerah.
Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis memimpin langsung pelantikan yang dihadiri Wakil Bupati Romli, Ketua DPRD Lampung Utara Yusrizal, unsur Forkopimda, kepala SKPD, serta para camat.
Dalam sambutannya, Hamartoni menegaskan penetapan ribuan PPPK paruh waktu tersebut bukan sekadar seremoni administrasi, melainkan bagian dari kebijakan pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan pelayanan publik di sektor-sektor vital.
“Sebanyak 4.784 pegawai resmi dilantik hari ini. Ini merupakan salah satu pelantikan PPPK paruh waktu terbesar di Provinsi Lampung,” ujar Hamartoni.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para pegawai yang selama ini telah bekerja dan mengisi kebutuhan pelayanan pemerintahan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan teknis pelayanan masyarakat. Menurut Hamartoni, pemerintah daerah tetap berkomitmen memperjuangkan status dan kesejahteraan pegawai yang belum ditetapkan.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Utara tidak menutup mata terhadap perjuangan para pegawai. Kontribusi mereka adalah bagian penting dari pembangunan daerah,” katanya.
Hamartoni juga menekankan bahwa status sebagai PPPK paruh waktu harus dibarengi dengan peningkatan disiplin, profesionalisme, dan tanggung jawab sebagai aparatur pelayanan publik.
“Kepercayaan negara dan daerah harus dijawab dengan kinerja. PPPK dituntut hadir sebagai pelayan masyarakat yang bekerja dengan integritas,” ujarnya.
Berdasarkan data BKPSDM Lampung Utara, ribuan PPPK paruh waktu yang dilantik tersebut terdiri dari 1.562 tenaga teknis, 2.581 tenaga pendidik, dan 641 tenaga kesehatan.
Pemerintah daerah berharap keberadaan mereka mampu menutup kekurangan sumber daya manusia di unit pelayanan dasar sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di Lampung Utara.
(Ayi/Ipul)






















