Lampung Utara : Kekayaan adat dan budaya Kabupaten Lampung Utara kembali bersiap mencuri perhatian di panggung nasional. Dua warisan budaya khas Lampung, Cangget Bakha dan Tari Bedayo Abung Siwo Migo, akan tampil dalam rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, Februari mendatang.
Cangget Bakha bahkan mengawali sorotan tersebut dengan prestasi membanggakan setelah berhasil meraih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. Sementara itu, Tari Bedayo Abung Siwo Migo secara khusus diminta oleh PWI Pusat untuk menjadi suguhan utama dalam Diskusi Kebudayaan HPN yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Februari 2026, dan akan disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan serta para pimpinan daerah dari seluruh Indonesia.
Kehadiran dua ikon budaya ini tidak sekadar menjadi pementasan seni, melainkan representasi jati diri Lampung Utara di tengah dinamika modernisasi. Cangget Bakha, yang dikenal sebagai ajang silaturahmi sakral muli-mekhanai (pemuda-pemudi Lampung) saat bulan purnama, akan dipresentasikan sebagai tradisi yang tetap hidup dan relevan hingga kini.
Sementara itu, Tari Bedayo Abung Siwo Migo mengusung filosofi kebesaran sembilan marga masyarakat Abung, yang sarat dengan nilai persatuan, kehormatan, dan kebersamaan. Gerak tari yang anggun berpadu dengan busana khas tapis Lampung diyakini mampu memikat perhatian tamu undangan dan insan pers nasional.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Utara, Gunaido Uthama, menegaskan bahwa HPN 2026 di Banten menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan identitas budaya Lampung ke tingkat nasional.
“Ini bukan semata soal meraih penghargaan, tetapi bagaimana kita menampilkan jati diri budaya Lampung Utara. Cangget Bakha adalah warisan yang berakar kuat pada tradisi, namun mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Gunaido.
Ia juga menyambut baik terpilihnya delegasi budaya Lampung Utara dalam agenda nasional tersebut. Menurutnya, sinergi antara pers dan pemerintah daerah menjadi kunci penting dalam mengangkat kearifan lokal sekaligus memperluas promosi pariwisata daerah.
“Dengan persiapan matang dari Dewan Kesenian Lampung Utara (DKLU) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, penampilan Tari Bedayo Abung Siwo Migo diharapkan mampu memukau ribuan pasang mata tamu dan insan pers dari seluruh penjuru Indonesia,” tambahnya.
Diketahui, Provinsi Banten sebagai tuan rumah HPN 2026 telah menyiapkan panggung megah di Kota Serang. Puncak perayaan yang direncanakan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto, para duta besar, serta Menteri Kebudayaan RI itu akan menjadi saksi harmoni antara gemulai tari tradisional Lampung dan semarak perayaan pers nasional.
Lampung Utara pun siap membuktikan bahwa budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga mampu bersaing dan berbicara lantang di panggung Indonesia.
(Ayi)






















