Petai, jengkol, dan jaling (jering) adalah lalapan favorit banyak orang Indonesia. Aromanya memang “menantang”, tetapi cita rasanya khas dan menggugah selera. Masalahnya, setelah makan, bau mulut kerap bertahan lama dan menurunkan rasa percaya diri.
Bau tersebut bukan sekadar sisa makanan. Ketiganya mengandung senyawa sulfur (belerang) yang saat dicerna akan masuk ke aliran darah dan dikeluarkan kembali lewat napas dan keringat. Inilah sebabnya bau bisa muncul kembali meski sudah sikat gigi.
Lantas, bagaimana cara sehat dan efektif mengatasinya? Dan benarkah lalapan ini juga bermanfaat bagi tubuh?
Cara Sehat dan Ampuh Menghilangkan Bau Mulut
1. Sikat Gigi dan Bersihkan Lidah
Jangan hanya menyikat gigi. Lapisan putih di lidah adalah “gudang” bakteri penyebab bau.
Gunakan sikat khusus lidah atau bagian belakang sikat gigi
Bersihkan perlahan dari belakang ke depan
Gunakan pasta gigi antibakteri atau berbahan mint
Membersihkan lidah secara menyeluruh dapat mengurangi bau secara signifikan.
2. Berkumur dengan Obat Kumur Antiseptik
Obat kumur membantu menekan bakteri dan menetralkan senyawa sulfur.
Pilih yang bebas alkohol agar tidakmembuat mulut kering
Gunakan selama 30–60 detik
Mulut yang lembap lebih efektif menahan bakteri berkembang.
3. Minum Air Putih yang Cukup
Air putih membantu:
Membersihkan sisa makanan
Merangsang produksi air liur
Mengencerkan senyawa penyebab bau
Mulut kering membuat aroma lebih tajam dan bertahan lama.
4. Konsumsi Buah Penetral Bau
Beberapa buah membantu menyegarkan napas secara alami, seperti:
Apel
Jeruk
Nanas
Stroberi
Buah-buahan kaya vitamin C membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau.
5. Kunyah Herbal Alami
Cara tradisional yang tetap efektif:
Daun mint
Daun parsley
Cengkeh
Kapulaga
Minyak atsiri dalam tanaman ini mampu menetralisir aroma sulfur.
6. Minum Teh Hijau atau Teh Jahe
Teh hijau mengandung polifenol yang bersifat antibakteri.
Jahe membantu mempercepat proses metabolisme senyawa penyebab bau dalam saluran pencernaan.
7. Jangan Lupa Flossing
Sisa jengkol atau petai sering terselip di sela gigi. Gunakan benang gigi agar tidak menjadi sumber bau tersembunyi.
Manfaat Kesehatan Petai, Jengkol, dan Jaling
Meski aromanya tajam, ketiganya memiliki manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi secara wajar.
1. Petai
Petai kaya serat, protein nabati, serta vitamin C.
Manfaatnya:
Membantu melancarkan pencernaan
Menjaga daya tahan tubuh
Mengandung antioksidan alami
Membantu mengontrol tekanan darah karena kandungan kalium
2. Jengkol
Jengkol mengandung protein, zat besi, dan fosfor.
Manfaatnya:
Membantu pembentukan energi
Mendukung kesehatan tulang
Sumber protein nabati alternatif
Namun, jengkol harus dikonsumsi secukupnya. Konsumsi berlebihan dapat memicu gangguan ginjal (jengkolan) akibat kristal asam jengkolat.
3. Jaling (Jering)
Mirip jengkol, jaling memiliki kandungan protein dan serat.
Manfaatnya:
Membantu metabolisme tubuh
Memberi rasa kenyang lebih lama
Mendukung kesehatan pencernaan
Tetap konsumsi dalam jumlah wajar dan pastikan diolah dengan matang.
Kenapa Bau Bisa Bertahan Lama?
Senyawa sulfur dalam petai dan jengkol bersifat volatil (mudah menguap). Setelah dicerna:
Senyawa masuk ke aliran darah
Dikeluarkan melalui paru-paru
Tercium kembali lewat napas
Artinya, bau bukan hanya berasal dari mulut, tetapi juga dari proses metabolisme tubuh.
Kunci Aman Mengonsumsi Lalapan Ini
✔ Jangan berlebihan
✔ Perbanyak minum air
✔ Konsumsi bersama buah
✔ Bersihkan mulut setelah makan
✔ Hindari jika memiliki riwayat gangguan ginjal
Petai, jengkol, dan jaling bukan sekadar lalapan beraroma tajam. Di balik baunya, terdapat kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Namun, konsumsi harus bijak dan diimbangi dengan kebersihan mulut yang baik agar tidak mengganggu aktivitas sosial.
Menikmati makanan khas Nusantara boleh saja — asalkan tahu cara menjaga napas tetap segar dan tubuh tetap sehat.
Jika Anda ingin, saya bisa kemas artikel ini dalam versi gaya media kesehatan nasional, feature ringan populer, atau versi edukatif berbasis data ilmiah.
(**)






















