Konten Diduga Fitnah Dinilai Upaya Menjatuhkan Reputasi Gubernur Lampung

Penulis Opini: Sandi Fernanda

Bandar Lampung : Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dinilai telah menunjukkan kinerja signifikan dalam waktu relatif singkat sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Provinsi Lampung.

Sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik mulai ditangani, di antaranya penertiban tambang ilegal serta pembangunan sejumlah ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah.

Meski terlahir sebagai putra pengusaha nasional Faisol Djausal, pencapaian Rahmat Mirzani Djausal dinilai tidak semata bertumpu pada latar belakang keluarga.

Berbagai pengalaman organisasi dan kepemimpinan yang pernah dijalaninya, seperti di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), komunitas olahraga softball, komunitas Jamaah Tabligh, Ketua DPD Partai Gerindra Lampung, hingga anggota DPRD Provinsi Lampung, disebut menjadi bekal penting dalam memimpin daerah.

Selain itu, Gubernur Lampung juga dikenal sebagai sosok yang responsif terhadap persoalan masyarakat. Ia kerap turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga serta memastikan program pemerintah pusat dan daerah berjalan optimal hingga ke tingkat masyarakat bawah.

Sandi Fernanda, perwakilan Generasi Milenial Peduli Akses Lampung (GEMPAL), menyoroti maraknya konten di media sosial TikTok yang dinilainya mengandung unsur fitnah terhadap Gubernur Lampung dan ayahnya. Konten tersebut menuding Faisol Djausal terlibat dalam pengaturan proses lelang proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

Menurut Sandi, tudingan tersebut tidak berdasar dan berpotensi merusak reputasi Gubernur Lampung di tengah upaya serius membenahi tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah. Ia menilai narasi semacam itu sarat kepentingan politis dan bertujuan menjatuhkan kredibilitas kepala daerah.

“Di saat Gubernur fokus bekerja membangun Lampung, justru muncul konten-konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ini sangat disayangkan,” ujar Sandi.

Sandi juga menyinggung sikap Gubernur Lampung yang pada berbagai kesempatan mengajak seluruh elemen politik untuk fokus membangun daerah secara bersama-sama. Bahkan, Gubernur disebut telah mengingatkan rekan separtainya, termasuk Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, agar tidak menciptakan nuansa politis berlebihan seperti pemasangan baliho atau atribut lainnya.

Menurut Sandi, manuver politik semacam itu dinilai tidak etis, terlebih jadwal pemilu dan pilkada masih cukup jauh.

“Masyarakat perlu cerdas dan tidak mudah terpengaruh oleh konten hoaks atau fitnah yang beredar di media sosial,” tegasnya.

Ia berharap pemerintahan Rahmat Mirzani Djausal dapat terus berjalan dengan stabil dan membawa Provinsi Lampung menuju kondisi yang lebih maju, aman, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *