Lampung Dikepung Lubang, Gubernur Targetkan Nol Kerusakan Jelang Mudik 2026

BANDARLAMPUNG : Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Lampung membidik satu target ambisius: tak ada lagi jalan provinsi berlubang.

Target itu dilontarkan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di tengah sorotan nasional terhadap Lampung sebagai pintu gerbang utama Sumatera.

banner 728x90

“Lampung selalu menjadi entry gate masyarakat dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Karena itu kesiapan pelayanan dan infrastruktur harus dilakukan secara cermat,” ujar Mirzani di Bandarlampung, Selasa (17/2/2026).

Provinsi ini memang memegang peran krusial dalam arus mudik, terutama pada jalur penyeberangan Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni. Setiap musim Lebaran, antrean kendaraan di Bakauheni kerap menjadi indikator lancar-tidaknya konektivitas Jawa–Sumatera.

Data pemerintah provinsi menunjukkan kondisi jalan provinsi berstatus mantap baru mencapai 79,79 persen. Artinya, masih ada sekitar seperlima ruas jalan yang belum sepenuhnya layak. Celah inilah yang dibidik untuk dirampungkan sebelum lonjakan mobilitas pemudik.

“Target kami sebelum puncak arus mudik, tidak ada lagi lubang di jalan provinsi. Percepatan juga didorong pada jalan nasional serta jalan kabupaten/kota melalui skema swakelola,” kata Mirzani.

Langkah itu diambil seiring prediksi peningkatan mobilitas selama periode Angkutan Lebaran 2026. Lampung tak hanya menjadi daerah tujuan, tetapi juga simpul transit jutaan kendaraan dari Jawa menuju berbagai provinsi di Sumatera.

Posisi strategis Lampung sebagai beranda Sumatera menjadikan kualitas jalannya bukan sekadar urusan lokal. Kerusakan jalan dapat berdampak langsung pada citra pemerintah daerah di level nasional.
Setiap kemacetan panjang atau kecelakaan akibat jalan rusak mudah menjelma menjadi isu publik.

Pemerintah provinsi juga mengantisipasi kebijakan pusat seperti Work From Anywhere (WFA), libur sekolah, dan cuti bersama yang berpotensi memecah kepadatan arus mudik, namun sekaligus meningkatkan total pergerakan masyarakat.

Mirzani mengapresiasi insentif dari pemerintah pusat berupa diskon tiket pesawat dan kereta api, potongan tarif tol, hingga program mudik gratis.

“Kebijakan tersebut diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat. Karena itu daerah harus siap dari sisi infrastruktur,” ujarnya.

Dengan target nol lubang, Lampung tak hanya diuji soal kecepatan tambal sulam jalan, tetapi juga soal konsistensi pemeliharaan jangka panjang.

(**)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *