Lampung Utara : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Utara terus melakukan penanganan pascabanjir yang merendam sejumlah wilayah di kabupaten setempat.
Kepala BPBD Lampung Utara, Erwin Syahputra, mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan banjir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Ia meminta masyarakat tidak menunggu air naik tinggi sebelum menyelamatkan diri.
“Jika kondisi mulai membahayakan, segera mengungsi. Jangan memaksakan bertahan di rumah karena itu justru berisiko,” ujar Erwin, Selasa (3/2/2026).
Di luar faktor cuaca, Erwin secara terbuka mengingatkan bahwa banjir tidak semata disebabkan hujan lebat. Menurut dia, peran masyarakat dalam mencegah bencana, terutama dengan menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai dan saluran air sangat penting.
“Kami sudah sering mengingatkan. Sampah yang dibuang sembarangan, khususnya ke sungai, jelas memperparah banjir. Ini bukan hanya soal alam, tapi juga soal perilaku,” kata Erwin.
Sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan, BPBD Lampung Utara telah mendirikan sejumlah tenda pengungsian di wilayah terdampak untuk menampung warga yang terpaksa meninggalkan rumah. Selain itu, BPBD menyiagakan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.
“Kami siaga menyediakan air bersih. Toilet portabel juga sudah disiapkan dan akan segera kami distribusikan jika dibutuhkan,” ujar Erwin.
BPBD Lampung Utara memastikan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan bencana berjalan optimal. Namun, Erwin menegaskan penanggulangan banjir tidak bisa sepenuhnya dibebankan pada pemerintah.
“Jika pola hidup tidak berubah, banjir akan terus berulang. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” ucapnya.
Dengan curah hujan yang masih berpotensi tinggi, pemerintah daerah meminta masyarakat tidak menyepelekan peringatan dini dan mulai membangun kesadaran bahwa pencegahan bencana berawal dari lingkungan terdekat.
(Ipul/Ayi)






















