Sisa MBG Jadi Pakan Unggas, Peternak di Lampung Utara Tersenyum

Lampung Utara : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah tak hanya menyasar pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi tak langsung bagi masyarakat sekitar. Salah satunya dirasakan oleh peternak unggas skala rumah tangga, seperti pemelihara ayam kampung, ayam Bangkok, hingga bebek.

Di Kotabumi, Lampung Utara, sisa makanan dari proses pengolahan MBG maupun nasi yang tidak terdistribusi kini dimanfaatkan warga sebagai pakan alternatif ternak unggas. Tak sedikit warga yang rela mendatangi dapur MBG setiap hari demi mendapatkan sisa makanan tersebut.

Kenaikan harga pakan unggas belakangan ini membuat peternak kecil harus memutar otak. Kehadiran sisa MBG menjadi solusi nyata untuk menekan biaya operasional.

“Lumayan untuk makanan ayam Bangkok di rumah. Harga pakan sekarang mulai mahal, kerasa banget kalau beli. Kalau sisa MBG seperti nasi kan enggak beli, tinggal minta saja ke dapur MBG,” ujar Kusen, warga Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi, pemilik ternak puluhan ayam Bangkok, Sabtu (24/01/2026).

Menurut Kusen, sisa nasi MBG masih layak dijadikan pakan tambahan dan sangat membantu keberlangsungan ternaknya.

Manfaat serupa dirasakan Dian, warga Kelurahan Tanjung Senang. Ia mengaku, sejak adanya program MBG, pengeluaran untuk pakan ayam dan bebek peliharaannya cukup berkurang.
“Alhamdulillah semenjak ada MBG, biaya pakan jadi lebih ringan. Saya keliling dua kali sehari ke beberapa dapur MBG minta sisa nasi. Biasanya dapat 3 sampai 5 kilo, cukup untuk dua hari,” kata Dian.

Ia menilai, program ini sangat membantu peternak kecil yang mengandalkan ternak unggas sebagai tambahan penghasilan keluarga.

Namun, seiring meluasnya informasi, sisa makanan MBG kini juga mulai banyak diminati warga. Hal ini diungkapkan Feri, warga Kelurahan Kelapa Tujuh yang turut memanfaatkan sisa MBG untuk hewan peliharaannya.

“Sekarang banyak yang minta, jadi sedikit berebut dan jatahnya dibagi. Bahkan siapa cepat dia dapat sisa dari MBG di dapur,” ungkap Feri.

Kondisi ini menunjukkan tingginya ketergantungan warga terhadap pakan alternatif di tengah mahalnya harga pakan komersial.

(Ayi/Ipul)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *