Tanda-tanda Awal Kanker Prostat yang Wajib Diketahui Pria

Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang kelenjar prostat, yakni kelenjar kecil seukuran kacang kenari pada pria yang berfungsi menghasilkan cairan untuk menutrisi dan melindungi sperma. Penyakit ini menjadi perhatian serius karena jumlah kasusnya terus meningkat setiap tahun.

Data menunjukkan bahwa kasus kanker prostat mengalami kenaikan sekitar 3 persen per tahun sejak 2024. Pada 2025, American Cancer Society mencatat sekitar 313.780 kasus baru kanker prostat di Amerika Serikat, dengan 35.770 kematian akibat penyakit ini. Angka tersebut menggambarkan bahwa kanker prostat masih menjadi ancaman kesehatan utama bagi pria, terutama di usia lanjut.

Pentingnya Deteksi Dini

Meningkatnya kasus kanker prostat membuat pria, khususnya usia di atas 50 tahun, disarankan untuk mulai mempertimbangkan pemeriksaan rutin, salah satunya melalui tes Prostate-Specific Antigen (PSA). Tes darah sederhana ini berfungsi mendeteksi kemungkinan kanker prostat sejak stadium awal, ketika penyakit masih lebih mudah diobati.

Direktur Urologi dan Transplantasi Ginjal Rumah Sakit CK Birla, Jaipur, India, Dr. Devendra Kumar Sharma, menjelaskan bahwa kanker prostat sering kali sulit dikenali sejak dini karena gejalanya tidak spesifik.

“Salah satu tantangan terbesar kanker prostat adalah gejalanya yang tidak khas, sehingga sering tidak terdeteksi pada tahap awal,” ujarnya, seperti dikutip dari Hindustan Times.

Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai

Meski kerap samar, terdapat sejumlah tanda yang sering muncul dan perlu menjadi perhatian pria, antara lain:

Perubahan pola buang air kecil, seperti:
-Frekuensi buang air kecil meningkat
-Rasa ingin buang air kecil yang mendesak
-Aliran urin lemah, tersendat, atau sulit dimulai
-Sering buang air kecil pada malam hari
-Perasaan kandung kemih tidak kosong sepenuhnya
-Terdapat darah dalam urin atau air mani
-Nyeri pada punggung bawah atau tulang
-Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

Direktur Pelaksana sekaligus Kepala Ahli Urologi dan Uro-Onkologi di Asian Institute of Nephrology and Urology (AINU), Chennai, Dr. Arun Kumar Balakrishnan, menegaskan bahwa meskipun gejala tersebut bisa disebabkan oleh kondisi non-kanker, tetap tidak boleh diabaikan.

“Kanker prostat sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun pada tahap awal. Ketika gejala muncul, penyakitnya bisa saja sudah berada pada stadium lanjut,” jelasnya.

Karena sifatnya yang sering “diam-diam”, skrining rutin menjadi kunci utama pencegahan kanker prostat. Tes PSA dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam pemeriksaan kesehatan berkala dan membantu mendeteksi kanker jauh lebih awal.

Dengan pemeriksaan kesehatan preventif, kanker prostat dapat ditemukan pada fase paling awal, sehingga peluang keberhasilan pengobatan meningkat dan kualitas hidup pasien tetap terjaga.
Kesimpulannya, mengenali tanda-tanda awal dan melakukan deteksi dini adalah langkah penting yang dapat menyelamatkan nyawa. Pria di atas 50 tahun—atau lebih muda dengan faktor risiko—disarankan untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan prostat.

(**)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *