LAMPUNG UTARA : Curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Lampung Utara memicu kewaspadaan Pemerintah Kabupaten. Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Minggu (18/1/2026).
Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel, kelengkapan peralatan, serta ketersediaan logistik BPBD dalam mengantisipasi potensi banjir, longsor, dan angin kencang yang kerap melanda sejumlah wilayah rawan.
“Cuaca saat ini tidak menentu. Intensitas hujan tinggi berpotensi memicu banjir dan angin kencang. Saya minta seluruh personel BPBD siaga penuh 24 jam,” tegas Romli di sela-sela sidaknya.
Orang nomor dua di Lampung Utara itu menyatakan pentingnya sikap siaga dan sigap, terutama dalam mempercepat waktu tanggap terhadap laporan kebencanaan dari masyarakat. Menurut dia, keterlambatan penanganan dapat memperbesar risiko dan dampak bencana.
Romli juga memperhatikan kesiapan peralatan penunjang. Ia meminta seluruh sarana dan prasarana kebencanaan dipastikan dalam kondisi prima.
“Pastikan semua peralatan berfungsi dengan baik. Jangan sampai saat dibutuhkan di lapangan justru terkendala teknis. Nyawa dan keselamatan warga adalah prioritas utama, kita harus bergerak cepat sebelum dampak meluas,” ujarnya.
Selain itu, Romli menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor, baik dengan Kodim 0412 Lampung Utara, Polres Lampung Utara, maupun unsur terkait lainnya guna memastikan penanganan bencana berjalan terpadu dan efektif.
Tak hanya kepada BPBD, Romli juga mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh camat se-Lampung Utara. Ia meminta para camat tidak meninggalkan wilayah tugas selama masa waspada cuaca ekstrem.
“Saya instruksikan seluruh camat tidak meninggalkan kecamatan masing-masing, kecuali untuk urusan yang sangat mendesak dan atas izin pimpinan,” kata Romli.
Menurut dia, peran camat sangat krusial sebagai garda terdepan pemerintah di wilayah. Kehadiran camat dibutuhkan untuk memimpin koordinasi, memantau titik rawan, serta menenangkan masyarakat apabila terjadi bencana.
“Camat harus proaktif memantau wilayahnya, terutama desa-desa langganan banjir dan rawan longsor. Jika ada tanda-tanda potensi bencana, segera koordinasikan dengan BPBD dan pihak terkait. Jangan menunggu kejadian,” kata Romli dengan nada tegas.
(Ayi)





















