Wagub Jihan Nurlela: Kemuliaan Manusia Ditentukan Ketakwaan, Bukan Kesempurnaan Fisik

Bandar Lampung : Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa kemuliaan seorang hamba di hadapan Tuhan tidak diukur dari kesempurnaan fisik, melainkan dari ketakwaan dan kualitas jiwa.

Hal tersebut disampaikan Jihan saat menghadiri silaturahmi Ramadan bersama keluarga besar Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL) di SLB Negeri PKK Provinsi Lampung, Kamis (5/3/2026).

banner 728x90

Dalam sambutannya, Jihan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PKDL Provinsi Lampung mengaku bersyukur dapat berkumpul bersama para siswa penyandang disabilitas dalam suasana penuh kehangatan di bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah, di bulan suci Ramadan ini saya bisa berkumpul dengan adik-adik kesayangan saya semua. Saya juga menyampaikan salam hangat dari Bapak Gubernur dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung untuk seluruh keluarga besar di sini,” ujar Jihan.

Ia menuturkan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat pendidikan jiwa, menumbuhkan empati, serta melatih kesabaran dan pengendalian diri. Menurutnya, keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih keberkahan dan kemuliaan di sisi Allah SWT.

“Ramadan mengajarkan kita pendidikan jiwa, melatih empati, dan menahan diri. Kita belajar bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih keberkahan,” katanya.

Sebagai Ketua Umum PKDL, Jihan juga menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan komunitas disabilitas di Provinsi Lampung. Ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi tidak mudah, namun PKDL akan terus berupaya menghimpun kekuatan dan energi bersama untuk menghadirkan dampak yang lebih luas.

“Kami berkomitmen, baik saat menjabat di kepengurusan maupun tidak nantinya, untuk selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga besar PKDL dan komunitas di dalamnya,” tegasnya.

Suasana silaturahmi semakin meriah ketika Jihan berinteraksi langsung dengan para siswa. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi kepada satu siswa dan satu siswi yang berhasil melaksanakan tadarus Al-Qur’an hingga mencapai lebih dari Juz 10. Penghargaan juga diberikan kepada seorang guru SLB yang telah menamatkan bacaan Al-Qur’an (khatam) sebelum Ramadan berakhir.

Kegiatan kemudian ditutup dengan tausiah oleh Muhammad Syukron Muchtar, dilanjutkan dengan pembagian bantuan serta takjil kepada para siswa, guru, dan orang tua murid sebagai wujud berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah.

(Tri Sanjaya)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *