Nama Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) adalah ikon kesehatan di Provinsi Lampung. Namun, sejarah mencatat bahwa sosok legendaris ini adalah seorang putra asli Minangkabau. Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 10 Maret 1905, dr. Abdul Moeloek membawa semangat merantau khas orang Minang untuk mendarmabaktikan ilmunya di tanah sakai sambayan.
Perjalanan Intelektual dari Padang Panjang ke STOVIA Semangat belajar Abdul Moeloek sudah terlihat sejak dini. Ia meninggalkan tanah kelahirannya untuk merantau ke Batavia pada usia 12 tahun demi mengejar pendidikan. Perjalanan akademisnya memuncak di STOVIA (Sekolah Pendidikan Dokter Hindia), tempat ia berhasil meraih gelar dokter pada tahun 1932. Bekal keilmuan inilah yang nantinya menjadi senjata utamanya dalam menolong masyarakat kecil.
Masa Perjuangan: Mengabdi di Pedalaman Lampung Kehadiran dr. Abdul Moeloek di Lampung bermula dari situasi genting masa pendudukan Jepang. Demi menghindari ancaman terhadap para intelektual Indonesia, ia mengasingkan diri ke Way Tenong, Liwa, Lampung Barat. Di daerah pedalaman inilah, nilai-nilai kemanusiaannya teruji. Bersama istrinya, Poeti Alam Naisjah—perempuan asal Solok, Sumatera Barat—mereka bahu-membahu membangun masyarakat. Abdul Moeloek mengobati warga yang sakit, sementara sang istri menjadi guru bagi anak-anak desa. Pengabdian tulus pasangan asal Ranah Minang ini membuat mereka sangat dihormati dan dianggap sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Lampung.
Menjadi Kepala Rumah Sakit hingga Diabadikan sebagai RSUDAM Setelah kemerdekaan Indonesia, dr. Abdul Moeloek pindah ke Tanjung Karang dan mengambil alih pengelolaan Rumah Sakit Tanjung Karang dari tentara Jepang. Ia kemudian dipercaya menjadi kepala rumah sakit tersebut. Setelah beliau wafat pada tahun 1973, sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi tanpa batasnya, DPRD Lampung mengganti nama RS Tanjung Karang menjadi RSUD dr. H. Abdul Moeloek.
Melestarikan “Dinasti Dokter” Indonesia Dr. Abdul Moeloek tidak hanya meninggalkan warisan berupa rumah sakit, tetapi juga generasi ahli kesehatan yang tangguh. Keturunannya dikenal sebagai “dinasti dokter” Indonesia, salah satunya adalah putra beliau, Faried Anfasa Moeloek, yang pernah mengemban amanah sebagai Menteri Kesehatan Indonesia.
Keberhasilan dr. Abdul Moeloek adalah cerminan filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Sebagai tokoh Minang, ia berhasil menjadi pahlawan kesehatan yang dicintai oleh masyarakat Lampung melampaui batas daerah asalnya.
Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia (Profil Abdul Moeloek).





















