Lampung Utara: Kekosongan jabatan lurah di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, memunculkan dinamika baru di tingkat pemerintahan paling dekat dengan warga.
Posisi lurah yang strategis dalam pelayanan publik itu menjadi perhatian di internal birokrasi. Di tengah proses penentuan pejabat definitif, nama Al Hoiria mengemuka.
Saat ini, Al Hoiria menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Rejosari. Perempuan berusia 47 tahun itu dinilai memiliki rekam jejak birokrasi yang panjang dan berjenjang, dimulai dari tenaga honorer hingga aparatur sipil negara (ASN).
Al Hoiria merupakan putri daerah Kabupaten Lampung Utara. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di Kotabumi, sebelum meraih gelar Sarjana Hukum di STIH Kotabumi pada 2003. Kariernya di pemerintahan dimulai sebagai tenaga honorer selama tujuh tahun.
Pada 2007, ia diangkat menjadi ASN dan bertugas di Bappeda Kabupaten Lampung Utara. Ia kemudian dipercaya menjabat Kepala Seksi Kesra, Tibum, dan Linmas di Kelurahan Kota Alam. Pada 2022, ia menjadi Sekretaris Lurah Rejosari dan selanjutnya ditunjuk sebagai Plt Lurah setelah pejabat sebelumnya dirotasi.
Pengalaman tersebut membentuk pemahaman administratif sekaligus pengalaman lapangan yang dinilai cukup matang.
Sejumlah warga menilai Al Hoiria aktif turun langsung ketika terjadi bencana hujan deras disertai angin kencang yang merusak sejumlah rumah di wilayah Rejosari. Ia terlibat dalam pendataan awal serta memastikan koordinasi bantuan berjalan.
Kedekatannya dengan warga disebut menjadi salah satu faktor yang memunculkan dukungan agar ia ditetapkan sebagai lurah definitif. “Beliau cepat tanggap dan mudah dihubungi,” ujar seorang warga Rejosari, Senin (16/02/2026).
Di tengah dukungan tersebut, penetapan lurah definitif tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan aspek administratif dan kebutuhan organisasi.
Saat dikonfirmasi, Al Hoiria memilih tidak berspekulasi. “Sebagai ASN harus siap ditempatkan di mana pun sesuai penugasan pimpinan,” ujarnya singkat.
Kekosongan jabatan di Rejosari bukan sekadar soal rotasi pejabat, melainkan juga momentum untuk memastikan keberlanjutan pelayanan publik berjalan stabil. Nama Al Hoiria kini menjadi bagian dari dinamika itu, menunggu keputusan resmi yang akan menentukan arah kepemimpinan kelurahan ke depan.






















