Bandar Lampung – Ancaman kebakaran dan bencana yang kerap terjadi di wilayah perkotaan mendorong Kodim 0410/Kota Bandar Lampung memperkuat kesiapsiagaan personelnya. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar penyuluhan dan pelatihan pengoperasian Mobil Water Tank TNI Angkatan Darat, Senin, 8 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Makodim 0410/KBL, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Gunung Agung, Kecamatan Langkapura, itu diikuti sekitar 30 personel Kodim. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis prajurit dalam mengoperasikan kendaraan pendukung penanggulangan bencana, khususnya kebakaran.
Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan mengatakan penguasaan sarana pendukung kebencanaan menjadi bagian penting dalam tugas teritorial TNI AD.
Menurutnya, personel harus memiliki kemampuan yang memadai agar dapat bergerak cepat saat terjadi keadaan darurat.
“Kesiapan personel dan penguasaan peralatan menjadi faktor utama dalam mendukung penanganan bencana di wilayah. Karena itu, pelatihan seperti ini harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan komponen Mobil Water Tank TNI AD, fungsi peralatan pendukung, hingga praktik langsung pengoperasian kendaraan dan sistem penyemprotan air di lapangan.
Pelatihan juga melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung. Hadir dalam kegiatan itu Kasi Investigasi Damkar Kota Bandar Lampung Asmadi bersama empat personelnya untuk memberikan pemahaman teknis terkait penanganan kebakaran.
Selain Dandim, kegiatan turut dihadiri Pasi Intel Kodim 0410/KBL Mayor Inf Bagus Setiawan dan Pasi Ter Kodim 0410/KBL Mayor Inf H.G. Sinaga.
Kodim menilai keberadaan Mobil Water Tank TNI AD tidak hanya menjadi aset pendukung operasi militer selain perang, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat ketika terjadi kebakaran, kekeringan, maupun kondisi darurat lainnya.
Melalui pelatihan tersebut, para Babinsa dan prajurit diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
Kegiatan penyuluhan dan praktik lapangan berlangsung hingga pukul 11.50 WIB dan berjalan aman, tertib, serta lancar.
(One)























