Lampung Utara: Sebanyak 450 peserta dari berbagai unsur literasi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Utara, Senin (28/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusiban Kotabumi tersebut melibatkan pustakawan, tenaga perpustakaan, guru hingga pegiat literasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Lampung Utara.
Bimtek tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang perpustakaan dan literasi, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis. Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, yakni Nellawaty Ningsih, Erwin Wibowo, serta Andi Windah, Comn & Mediast.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Utara, Aprilia, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi menjadi bagian penting dalam mendorong pengelolaan informasi yang lebih baik.
Menurutnya, peserta diharapkan tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga dapat mengelola, menyampaikan dan membimbing masyarakat maupun peserta didik agar mampu menggunakan informasi secara kritis, etis dan efektif.
“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir agen-agen literasi yang inovatif, kreatif dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi,” demikian salah satu pokok yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Bupati Hamartoni Ahadis menekankan pentingnya inovasi dalam meningkatkan budaya baca masyarakat. Penguatan literasi dinilai tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan gedung perpustakaan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Pemerintah daerah juga mendorong agar pengembangan perpustakaan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa sehingga akses terhadap bahan bacaan dan informasi semakin luas.
Dengan jumlah peserta mencapai 450 orang, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan Bimtek semata. Para peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan di lingkungan sekolah, perpustakaan maupun komunitas masing-masing.
Penguatan kompetensi tersebut pada akhirnya diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan perpustakaan sekaligus memperluas budaya literasi di Kabupaten Lampung Utara. (Ai/Al).























