Kesbangpol Lampura dan FKDM Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

LAMPUNG UTARA – Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Salah satunya melalui penguatan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lampung Utara bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) menggelar koordinasi sekaligus ngopi bareng bersama masyarakat di Desa Sinar Mulya, Kecamatan Tanjung Raja, Selasa (29/9/2026).

banner 728x90

Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah, FKDM, aparat kewilayahan dan masyarakat untuk memetakan berbagai potensi gangguan stabilitas daerah.

Sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari potensi konflik sosial yang beririsan dengan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), perkembangan organisasi dan aliran kepercayaan, hingga dinamika yang muncul melalui media sosial.

Selain itu, peserta juga membahas pentingnya pertukaran informasi melalui jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Fenomena kegiatan hiburan masyarakat, termasuk penggunaan organ tunggal, juga menjadi bagian dari dinamika sosial yang dinilai perlu dicermati agar tidak berkembang menjadi persoalan di kemudian hari.

Kepala Kesbangpol Lampung Utara Iwan Purnama mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah awal untuk memperkuat sinergi antara Kesbangpol, FKDM dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah.

“Ini perdana kita lakukan. Kita berdiskusi dengan masyarakat bersama Ketua FKDM, bagaimana kita menyikapi berbagai perkembangan yang ada di tengah masyarakat,” kata Iwan.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Informasi yang berkembang di ruang digital, kata dia, perlu dicermati secara bijak agar tidak memicu kesalahpahaman maupun keresahan di masyarakat.

“Keberadaan media sosial juga harus kita cermati. Termasuk paham-paham yang tumbuh dan berkembang yang bisa memengaruhi daerah kita, khususnya di Lampung Utara,” ujarnya.

Iwan berharap masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Sebaliknya, masyarakat diharapkan turut berperan menyampaikan informasi mengenai berbagai perkembangan di lingkungannya kepada pemerintah melalui saluran yang tepat.

“Ke depan, masyarakat diharapkan dapat menyikapi dan mencermati dengan baik apa yang berkembang, terutama melalui media sosial,” katanya.

Sementara itu, Ketua FKDM Lampung Utara Nasril Subandi mengatakan, keberadaan FKDM menjadi wadah masyarakat untuk berdiskusi sekaligus melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi persoalan sosial.

“FKDM merupakan wadah diskusi dan deteksi untuk turut menjaga serta memelihara kewaspadaan dini di masyarakat,” ujar Nasril.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, FKDM, aparat dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga potensi konflik dapat dicegah sejak awal.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kita dapat lebih bersinergi dalam melakukan pencegahan dini berbagai konflik sosial, sehingga bermanfaat bagi kita dan keluarga,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kesbangpol Hernila Sari, Kabid Wasnas dan Penanganan Konflik sekaligus pemangku kegiatan FKDM Yanti Fitriana, jajaran FKDM, Camat Tanjung Raja, Kapolsek dan Danramil Tanjung Raja, serta para kepala desa se-Kecamatan Tanjung Raja.

(Ayi/Ipul)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *