BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Terasa Lebih Panas: Matahari Tepat di Atas Kepala

Jakarta: Fenomena cuaca panas yang belakangan dirasakan masyarakat bukan tanpa sebab. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi ini merupakan bagian dari siklus alamiah yang terjadi setiap tahun.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa meningkatnya suhu udara dipengaruhi oleh gerak semu tahunan Matahari. Dalam periode ini, posisi Matahari berada di sekitar garis ekuator, termasuk wilayah Indonesia.

banner 728x90

“Kondisi ini menyebabkan penyinaran Matahari menjadi lebih optimal dan intensitas panas yang diterima permukaan bumi meningkat,” ujarnya, Kamis (19/03/2026).

Selain itu, minimnya tutupan awan pada siang hari turut memperparah sensasi panas yang dirasakan masyarakat.

Tanpa penghalang awan, radiasi Matahari langsung menembus ke permukaan bumi, sehingga suhu terasa lebih terik dibandingkan hari-hari biasa.

BMKG menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah gelombang panas ekstrem seperti yang terjadi di beberapa negara lain, melainkan siklus klimatologis yang lazim terjadi di wilayah tropis.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak cuaca panas, seperti dehidrasi dan kelelahan akibat paparan sinar Matahari berlebih, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa waktu ke depan seiring posisi Matahari yang masih berada di sekitar ekuator sebelum kembali bergerak menjauh.

(**)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *