Enam Dosen UMKO Lolos Pendanaan Nasional, Fakultas Pertanian Jadi Motor Riset Daerah

Lampung Utara:  Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) mencuri perhatian dalam peta riset nasional. Enam dosennya berhasil menembus pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, menjadikan FPP sebagai penyumbang terbesar dari total penerima di kampus tersebut.

Dari 15 dosen UMKO yang lolos seleksi nasional, hampir separuh berasal dari FPP. Capaian ini menegaskan posisi fakultas tersebut sebagai motor penggerak riset terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

banner 728x90

Dekan FPP UMKO, Nyang Vania Ayuningtyas Harini, menilai keberhasilan itu bukan sekadar prestasi administratif, melainkan cerminan keseriusan dosen dalam meningkatkan kapasitas akademik di tengah kompetisi nasional yang kian ketat.

“Ini bukti kerja keras dan komitmen dosen dalam memperkuat kualitas diri serta menjalankan catur dharma perguruan tinggi. Kami berharap hasil riset ini tidak berhenti di laporan, tetapi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Menurut dia, penguatan kualitas dosen akan berbanding lurus dengan daya saing lulusan. FPP menargetkan kontribusi lebih konkret melalui riset-riset yang aplikatif, terutama dalam menjawab persoalan riil di sektor pangan dan peternakan di daerah.

Rektor UMKO, Irawan Suprapto, menambahkan capaian tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi daerah mampu bersaing di tingkat nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan memperluas kolaborasi agar hasil riset berdampak nyata.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti kualitas riset dosen UMKO yang semakin kompetitif dan relevan. Tantangannya adalah memastikan riset tersebut memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di Lampung Utara,” kata dia.

Adapun enam dosen FPP yang meraih pendanaan meliputi Sri Puji Lestari, Reza Fahlevi, Negrita Rizki Anggraini, Aji Setiya Bakti, dan Citra Nurma Yunita dalam skema Penelitian Dosen Pemula, serta Yeyen Ilmia Sari pada program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
(Ayi/Ipul)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *