FIFA Masuk Desa: Tujuh SD di Mesuji Terima Bantuan Bola, PSSI Bidik Pembinaan Usia Dini dari Sekolah

Mesuji — Upaya membangun fondasi sepak bola dari akar rumput mulai digerakkan di Kabupaten Mesuji, Lampung. Melalui program global Football for Schools (F4S) milik FIFA yang dijalankan PSSI, tujuh sekolah dasar di daerah itu menerima bantuan bola berstandar internasional, Minggu, (5/4/ 2026).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Rumah Dinas Bupati Mesuji, menandai masuknya program FIFA ke wilayah yang selama ini minim fasilitas pembinaan olahraga. Agenda ini dihadiri jajaran pengurus PSSI, Asprov PSSI Lampung, serta pemerintah daerah.

banner 728x90

Mewakili PSSI Pusat, Ramadhana Wulandiani menegaskan bahwa program F4S bukan sekadar distribusi perlengkapan, melainkan strategi jangka panjang untuk menanamkan sepak bola ke dalam sistem pendidikan.

“Sekolah kami dorong menjadi basis pembinaan, tidak hanya kemampuan teknis, tetapi juga karakter seperti disiplin, kerja sama tim, dan sportivitas. Mesuji memiliki potensi, dan keterbatasan fasilitas tidak boleh lagi menjadi penghambat,” ujar Ramadhana.

Program F4S merupakan inisiatif global FIFA yang mengintegrasikan olahraga ke dalam kurikulum sekolah. Melalui pendekatan ini, sepak bola diposisikan sebagai alat pendidikan—bukan semata kompetisi.

Di tingkat daerah, seleksi penerima bantuan disebut tidak dilakukan secara sembarangan. Sekretaris Asprov PSSI Lampung, Mursalin Lamo, menyebut hanya tujuh sekolah di Mesuji yang lolos dari total 100 sekolah terverifikasi di Lampung.

“Prosesnya ketat, mencakup kesiapan administrasi hingga komitmen pembinaan. Ini menunjukkan Mesuji siap menjadi bagian dari pengembangan sepak bola usia dini,” kata dia.

Bupati Mesuji, Hj. Elfianah, menyambut program tersebut sebagai peluang strategis untuk menghidupkan ekosistem olahraga di daerah. Ia menilai kehadiran FIFA melalui PSSI menjadi sinyal bahwa potensi atlet lokal mulai dilirik.

“Kami ingin bantuan ini tidak berhenti sebagai seremoni. Harus ada hasil nyata—lahirnya pemain-pemain muda yang bisa bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.

Komitmen serupa disampaikan Ketua Askab PSSI Mesuji, Budi Yuhanda. Ia menegaskan pihaknya akan mengawal keberlanjutan program agar selaras dengan peningkatan kompetisi usia dini.

“Fokus kami adalah pembinaan berkelanjutan. Bantuan ini harus berdampak langsung pada kualitas dan frekuensi kompetisi anak-anak,” kata dia.

Tujuh Sekolah Terpilih
Berdasarkan verifikasi Asprov PSSI Lampung, tujuh sekolah penerima bantuan adalah:

SDN 3 Panca Jaya
SDN 7 Mesuji
SDN 1 Panca Jaya
SDN 8 Simpang Pematang
SDN 10 Mesuji
SDN 6 Tanjung Raya
SDN 9 Tanjung Raya

Program ini menjadi bagian dari pemantauan nasional PSSI, dengan laporan pelaksanaan yang juga disampaikan ke pengurus pusat di Jakarta. Di tengah keterbatasan infrastruktur olahraga di daerah, langkah ini menjadi uji awal: apakah pembinaan sepak bola Indonesia benar-benar bisa dimulai dari sekolah.

(Kotan)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *