Liber Novus Sadar Kaya

Oleh: Aris Tama

Jakarta : Ketua umum ARMADA Aris Tama mengatakan
Di tengah dunia yang semakin kompetitif dan materialistik, muncul satu pertanyaan mendasar: mengapa kemajuan ekonomi tidak selalu sejalan dengan kedewasaan manusia? Kita menyaksikan pertumbuhan bisnis, startup, dan inovasi, namun bersamaan dengan itu juga meningkat kecemasan, kelelahan mental, serta krisis makna. Fenomena ini menandakan bahwa persoalan ekonomi modern bukan hanya persoalan sistem, tetapi persoalan kesadaran manusia di baliknya.

Dalam konteks inilah menurut Aris gagasan Sosiopreneur: Liber Novus Sadar Kaya menjadi relevan. Ia menawarkan perspektif baru tentang kewirausahaan—bukan sekadar sebagai mesin pencetak laba, melainkan sebagai jalan individuasi dan kontribusi sosial yang berakar pada kesadaran.

Dari Wirausaha ke Sosiopreneur

Wirausaha konvensional berangkat dari logika pasar: peluang, efisiensi, dan keuntungan. Pendekatan ini sah dan diperlukan. Namun, ketika menjadi satu-satunya orientasi, bisnis berisiko kehilangan nurani. Di sinilah konsep sosiopreneurship hadir, memadukan tujuan ekonomi dengan dampak sosial dan keberlanjutan.

Sosiopreneur tidak hanya bertanya berapa keuntungan yang diperoleh, tetapi juga makna apa yang diciptakan dan nilai apa yang diwariskan. Bisnis menjadi medium untuk memecahkan persoalan sosial, memperkuat komunitas, dan merawat kehidupan.

Liber Novus dan Kesadaran Kekayaan
Sambung Aris
Inspirasi Liber Novus karya Carl Gustav Jung memberikan kedalaman psikologis pada praktik sosiopreneurship. Dalam Buku Merah tersebut, Jung menempuh perjalanan batin yang intens—berdialog dengan ketidaksadaran demi mencapai keutuhan diri melalui proses yang ia sebut individuasi.

Pandangan Aris soal Individuasi adalah proses menjadi diri sendiri secara utuh. Menariknya, banyak persoalan dalam dunia usaha—ambisi berlebihan, ketakutan gagal, kerakusan, atau kecemasan finansial—sejatinya merupakan konflik batin yang belum terintegrasi. Ketika individu belum berdamai dengan dirinya, bisnis sering dijadikan arena kompensasi ego.

Di sinilah lahir gagasan Sadar Kaya. Kekayaan tidak lagi dipahami semata sebagai akumulasi materi, melainkan sebagai kualitas kesadaran dalam mengelola sumber daya, relasi, dan tanggung jawab.

Kekayaan sebagai Relasi, Bukan Sekadar Angka

Dalam perspektif psikologi kedalaman, uang adalah simbol. Ia memuat makna psikologis dan sosial. Cara seseorang mencari, menggunakan, dan membagikan uang mencerminkan relasinya dengan rasa aman, harga diri, dan makna hidup.

Ketua umum ARMADA tersebut mengajak memaknai
Sosiopreneur yang sadar kaya tidak terjebak pada mentalitas kelangkaan, tetapi juga tidak terperangkap dalam kerakusan. Ia memandang kekayaan sebagai aliran nilai—mengalir dari kesadaran, diwujudkan dalam karya, dan kembali kepada masyarakat.

Kerja sebagai Jalan Individuasi

Bagi sosiopreneur yang sadar, kerja bukan semata alat mencari nafkah, melainkan ruang pertumbuhan batin. Tantangan bisnis dibaca sebagai cermin dinamika diri: kegagalan mengajarkan kerendahan hati, keberhasilan menuntut kedewasaan, dan pertumbuhan memerlukan integritas.

Dalam kerangka ini, bisnis menjadi laku individuasi: jalan panjang untuk menyelaraskan visi pribadi dengan kebutuhan sosial. Profit tetap penting, tetapi ia berada dalam orbit nilai dan tujuan yang lebih luas.

Menuju Ekonomi yang Lebih Sadar

Di tengah krisis sosial dan ekologis, dunia membutuhkan lebih banyak sosiopreneur yang tidak hanya cerdas secara strategi, tetapi juga matang secara kesadaran. Model ini tidak menafikan pasar, tetapi menempatkannya dalam kerangka kemanusiaan.

Sosiopreneur: Liber Novus Sadar Kaya mengajak kita melihat ulang kewirausahaan sebagai bagian dari evolusi kesadaran kolektif. Bahwa ekonomi yang sehat hanya mungkin lahir dari manusia yang utuh—manusia yang tidak sekadar mengejar kekayaan, tetapi memahami maknanya.

Pada akhirnya, mungkin pertanyaan terpenting bukan lagi bagaimana membangun bisnis yang besar, melainkan bagaimana membangun manusia yang sadar di baliknya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *