Membangun “Imunitas Kultural” untuk Refleksi 24 Tahun BNN RI dan Jihad Kemanusiaan di Lampung

Oleh: Dr. Susanto Saman

Wakil Ketua / Penyuluh P4GN DPD GRANAT Provinsi Lampung

banner 728x90

Dua puluh empat tahun perjalanan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bukan hanya angka birokrasi, melainkan sebuah manifestasi dari ketahanan nasional dalam menjaga akar peradaban bangsa. Di usia yang kian matang ini, kita dihadapkan pada realita bahwa peperangan melawan narkotika tidak lagi semata-mata tentang penegakan hukum di perbatasan, melainkan tentang memenangkan pertempuran di ruang-ruang privat dalam pikiran dan mentalitas generasi muda.

Sebagai bagian dari gerakan masyarakat melalui GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) di Lampung, kita melihat narkotika bukan hanya sebagai komoditas ilegal, melainkan sebagai destruktor sistemik yang mengincar kohesi sosial. Lampung, dengan posisi geografisnya sebagai gerbang Sumatera, memiliki kerentanan sekaligus kekuatan strategis. Di sinilah filosofi Piil Pesenggiri sebagai tatanan moral masyarakat Lampung harus direvitalisasi menjadi instrumen pencegahan yang organik.

Dalam perspektif P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika), kita tidak bisa hanya mengandalkan strategi pemadam kebakaran. Kita memerlukan strategi “Imunitas Kultural”. Jika BNN RI adalah dirigen dalam simfoni pemberantasan ini, maka organisasi kemasyarakatan dan akademisi adalah resonansi yang memastikan pesan “War on Drugs” sampai ke urat nadi masyarakat bawah.

Narkotika adalah polusi bagi kejernihan berpikir. Sebagai penyuluh, saya sering mengibaratkan kesadaran kolektif kita seperti sebuah mesin yang tangguh. Dia butuh bahan bakar yang murni, bukan zat aditif yang merusak kreativitas. Usia 24 tahun BNN harus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pendekatan hukum yang tegas (hard power) dan pendekatan edukasi yang menyentuh hati (soft power).

Di Lampung, salah satu tantangan kita adalah memastikan bahwa literasi antinarkoba masuk ke dalam kurikulum kehidupan. Kita ingin melihat anak-anak muda Lampung bangga akan identitas budayanya, seperti bangganya kita mengenakan Tapis, tanpa perlu pelarian semu menuju jerat adiksi. Pencegahan yang efektif dimulai dari meja makan keluarga, diperkuat di ruang kelas, dan dijaga melalui kebijakan publik yang berpihak pada kemanusiaan.

Selamat ulang tahun ke-24 BNN RI. Mari bersama dan bersama kita bekerja untuk menjadikan peringatan ini sebagai janji suci untuk terus menenun harapan. Karena pada akhirnya, setiap satu orang yang kita selamatkan dari narkotika adalah satu langkah pasti menuju tegaknya kedaulatan bangsa yang bermartabat.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *