LAMPUNG UTARA : Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lampung Utara mematangkan persiapan. Tak hanya merampungkan administrasi 22 cabang olahraga (cabor), pengurus juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan membentuk Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) di 23 kecamatan untuk menjaring bibit atlet hingga ke desa.
Langkah itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di kediaman Ketua Umum KONI Lampung Utara, Ansori Sabak, Selasa (24/2/2026). Rapat yang dirangkai dengan buka puasa bersama tersebut difokuskan pada kesiapan menghadapi verifikasi faktual dari KONI Provinsi Lampung sekaligus konsolidasi internal jelang Porprov.
Ansori menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh cabor yang akan berlaga benar-benar siap, baik dari sisi administrasi maupun teknis.
“Hingga hari ini, pemberkasan atau borang verifikasi sudah rampung untuk 22 dari 32 cabang olahraga. Ini bagian dari komitmen kami agar seluruh persiapan terdokumentasi dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Adapun 22 cabor yang telah menyelesaikan borang antara lain atletik, karate, pencak silat, renang, tinju, bola basket, sepak bola, taekwondo, wushu, dancesport, korfball, biliar, catur, muaythai, panjat tebing, hapkido, futsal, bola voli, bulu tangkis, tarung derajat, bridge, dan binaraga.
Kesiapan administrasi tersebut akan diuji melalui verifikasi faktual oleh tim KONI Provinsi Lampung. Verifikasi dilakukan untuk mencocokkan data atlet, pelatih, hingga sarana prasarana yang dilaporkan dengan kondisi riil di lapangan.
“Verifikasi ini krusial. Kami ingin memastikan tidak ada persoalan saat Porprov dimulai, baik secara organisasi maupun kesiapan teknis,” kata Ansori.
Tak berhenti pada agenda Porprov, KONI Lampung Utara juga menyiapkan fondasi pembinaan berkelanjutan. Ketua Harian KONI Lampung Utara, Sauki Taruna Jaya, menyatakan pihaknya akan membentuk Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) di seluruh 23 kecamatan.
Menurut dia, selama ini banyak potensi atlet di desa yang belum terpantau secara maksimal. Melalui KOK, jaringan organisasi akan diperluas hingga tingkat bawah untuk mengidentifikasi dan membina atlet potensial sejak dini.
“Kita perlu memperpanjang tangan organisasi sampai ke kecamatan. Dengan begitu, potensi atlet di desa bisa terdata dan dibina secara berjenjang,” ujarnya.
Setiap koordinator kecamatan nantinya bertugas memantau perkembangan olahraga di wilayah masing-masing serta melaporkan atlet potensial ke tingkat kabupaten untuk diproyeksikan mengikuti pembinaan lanjutan.
Selain memperluas jaringan, KONI Lampung Utara juga merombak struktur internal dengan menunjuk lima wakil ketua yang secara khusus membidangi dan mengawasi kelompok cabor tertentu. Skema ini diharapkan membuat pendampingan dan evaluasi lebih terfokus.
(Ayi/Ipul)























