LAMPUNG TENGAH: Rahmat Mirzani Djausal memanfaatkan Safari Ramadan 1447 Hijriah untuk menegaskan arah pembangunan Lampung: memperkuat infrastruktur, mendorong kemandirian desa, sekaligus menjaga fondasi sosial-keagamaan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Gubernur saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Lampung di Masjid At-Taqwa, Kampung Onoharjo, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (23/2/2026).
Turut mendampingi, Pelaksana Tugas Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri.
Di hadapan warga, Gubernur menyerahkan dana hibah untuk masjid, santunan anak yatim, serta Al-Qur’an. Namun, lebih dari seremoni keagamaan, Safari Ramadan kali ini menjadi panggung penyampaian komitmen anggaran besar untuk perbaikan jalan provinsi di Lampung Tengah.
“Safari Ramadan ini bukan hanya silaturahmi, tetapi momentum mendengar langsung kebutuhan masyarakat dan memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan,” ujar Mirza.
Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan sekitar Rp 300 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di Lampung Tengah pada 2026. Anggaran itu melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata hanya Rp 50–60 miliar.
Sejumlah ruas prioritas yang ditargetkan diperbaiki antara lain Bandar Jaya–Mandala, Punggur, Seputih Surabaya–Sadewa, Metro–Kota Gajah, hingga Padang Ratu–Kalirejo–Bangunrejo. Pemerintah menargetkan 95–98 persen jalan provinsi di Lampung Tengah berada dalam kondisi mantap tahun ini.
Menurut Gubernur, infrastruktur jalan menjadi “jangkar” utama perputaran ekonomi. Perbaikan konektivitas diyakini dapat memangkas biaya distribusi hasil pertanian dan mempercepat mobilitas barang serta orang.
“Ketika jangkar pembangunan kuat, rotasi ekonomi akan bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Mirza juga menegaskan posisi strategis Lampung Tengah sebagai lumbung pangan provinsi. Daerah ini dikenal sebagai sentra produksi padi, jagung, singkong, serta komoditas peternakan dan hortikultura.
Kenaikan harga sejumlah komoditas seperti padi, jagung, dan singkong, menurut dia, turut memperbaiki daya beli petani dan menggerakkan ekonomi pedesaan. “Kalau Lampung Tengah kuat, Lampung akan semakin kokoh,” katanya.
Tak hanya infrastruktur, Pemprov Lampung juga menargetkan peningkatan jumlah Desa Mandiri di Lampung Tengah dari 561 menjadi 591 desa pada 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa, tata kelola pemerintahan, serta pelayanan dasar masyarakat.
Di sektor kesehatan, pemerintah menyiapkan paket gizi tambahan bagi balita berisiko stunting dan menargetkan layanan cek kesehatan gratis menjangkau 30 persen penduduk di 15 kabupaten/kota se-Lampung.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kata Mirza, telah berjalan dan memberi manfaat bagi sekitar 2,7 juta anak setiap hari di Lampung. “Stunting bukan sekadar soal tinggi badan, tetapi tentang masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menyebut alokasi anggaran jalan tahun ini sebagai yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai kehadiran Gubernur di tengah masyarakat membawa dorongan moral bagi pemerintah daerah.
“Kami optimistis sinergi antara provinsi dan kabupaten akan mempercepat pembangunan dan memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Komang.
Melalui Safari Ramadan, Pemerintah Provinsi Lampung tampak berupaya merajut dua agenda sekaligus: memperkuat spiritualitas warga di bulan suci dan memastikan pembangunan fisik bergerak lebih cepat di daerah yang menjadi tulang punggung pangan provinsi itu.
(Tri Sanjaya)























