Teknik Pusaran Air dan Doa Bersama Warnai Pencarian Korban Tenggelam di Way Sesah

Lampung Utara : Upaya pencarian korban tenggelam di Sungai Way Sesah, Gang Singgah Mata I, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, terus dimaksimalkan. Tim gabungan memadukan metode teknis pencarian dan pertolongan (SAR) dengan pendekatan spiritual demi mempercepat penemuan korban.

Operasi pencarian melibatkan tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), BPBD, Damkar, serta Kepolisian Kabupaten Lampung Utara. Sebanyak tiga perahu diturunkan ke lokasi, terdiri dari satu unit perahu Basarnas dan dua unit milik BPBD.
Total personel yang dikerahkan mencapai 38 orang, yakni delapan personel Basarnas, 15 dari BPBD, tujuh dari Damkar, dan delapan anggota kepolisian.

banner 728x90

Kepala Pos Basarnas Tulang Bawang, Zian Fazri, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan teknik perahu bermanuver memutar di titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, teknik tersebut bertujuan menciptakan turbulensi atau pusaran arus bawah air agar korban yang berada di dasar sungai dapat terangkat ke permukaan.

“Tim berupaya menciptakan arus bawah air yang kuat untuk mengangkat korban atau benda yang berada di dasar air,” ujar Zian.

Dalam praktiknya, perahu karet jenis Rigid Inflatable Boat (RIB) bermanuver memutar di sekitar titik jatuh korban untuk menciptakan pusaran air. Metode ini dikombinasikan dengan pola penyisiran (search pattern) serta manuver Williamson turn atau pola angka delapan guna mendekati lokasi korban secara cepat dan terarah.

Teknik tersebut dinilai efektif untuk perairan dangkal dengan arus yang tidak terlalu deras. Namun, kondisi di Way Sesah cukup menantang. Arus sungai terpantau lumayan kencang dengan kontur dasar yang tidak rata, mulai dari bagian landai hingga terdapat pepohonan tumbang yang berpotensi menjadi titik korban tersangkut.
Tim juga melakukan penyisiran di sejumlah titik rawan, seperti tumpukan sampah dan area berarus lambat.

“Melihat kondisi arus yang lumayan kencang dan kontur dasar sungai yang berubah-ubah, pencarian dilakukan dengan ekstra hati-hati,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Utara yang turun langsung ke lokasi menyampaikan bahwa selain upaya teknis, keluarga dan relawan juga meminta dilakukan pendekatan spiritual sebagai ikhtiar tambahan.

“Mari kita bersama-sama berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar jenazah korban segera ditemukan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas instansi.

(Ipul/Ayi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *