Groundbreaking : Tak Luput Perhatian, Gubernur Mirza Sebut Walau Mesuji Diujung Provinsi Lampung Namun Selalu Dekat Dihati

MESUJI – Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memeratakan pembangunan hingga ke wilayah pelosok kembali ditegaskan. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi melakukan groundbreaking kelanjutan pembangunan ruas jalan Brabasan–Wiralaga di Desa Sido Mulyo, Kabupaten Mesuji, Rabu (06/5/2026).

​Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Mesuji, yang terletak di ujung utara Lampung, memegang peranan strategis sebagai wajah atau etalase provinsi yang berbatasan langsung dengan Sumatera Selatan.

banner 728x90

​Dalam kesempatan itu, Gubernur Rahmat Mirzani menekankan bahwa jarak geografis bukanlah hambatan bagi pemenuhan hak infrastruktur masyarakat.

​”Meskipun Mesuji terletak di ujung Provinsi Lampung, namun daerah ini selalu ada di hati kami. Mesuji tidak boleh luput dari perhatian karena merupakan salah satu etalase penting Provinsi Lampung. Jaraknya boleh jauh, tapi tidak boleh jauh dari sentuhan pembangunan,” ujar Gubernur yang akrab disapa yai Mirza tersebut.

​Gubernur Mirza menambahkan, bahwa pembangunan ini merupakan bentuk konsistensi Pemprov Lampung sejak tahun 2025. “Ini bukan dimulai dari nol. Kami meneruskan apa yang sudah dicicil tahun lalu untuk memastikan konektivitas Lampung–Sumatera Selatan, khususnya pintu masuk dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), benar-benar mantap,” tegasnya.

​Dengan spesifikasi teknis tangguh dan lebar, pembangunan tahun anggaran 2026 ini fokus pada peningkatan kualitas jalan dengan spesifikasi tinggi guna menampung beban kendaraan logistik yang berat. Dengan nilai kontrak mencapai Rp100 miliar, proyek ini ditargetkan rampung dalam 240 hari kalender, atau sekitar September 2026.

​Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung M. Taufiqullah, yang mendampingi Gubernur, menjelaskan bahwa dari total panjang ruas 29,44 km, penanganan efektif tahun ini mencakup 8,83 km.

​”Kita gunakan rigid pavement (beton) agar daya tahannya bisa mencapai lebih dari 15 tahun. Selain itu, lebar jalan yang semula hanya 5 meter kita ekspansi menjadi 8,4 meter. Target kita, akhir tahun 2026 tingkat kemantapan ruas jalan ini mencapai 100%,” ungkapnya.

Seperti diketahui, ​ruas Brabasan–Wiralaga selama ini dikenal sebagai jalur “urat nadi” bagi petani sawit, karet, dan singkong di Mesuji. Kerusakan jalan di masa lalu kerap menjadi biang kerok tingginya biaya angkut dan rusaknya komoditas sebelum sampai ke pabrik.

​Selain dampak ekonomi, perbaikan jalan ini juga dipastikan mempermudah akses warga menuju fasilitas kesehatan, sekolah, dan pusat layanan publik di pusat kabupaten.

​Menutup arahannya gubernur Mirza menegaskan bahwa arah pembangunan Lampung ke depan adalah pembangunan yang inklusif dan merata.

​”Kami ingin memastikan tidak ada wilayah yang merasa dianaktirikan. Mesuji adalah pintu gerbang. Jika infrastrukturnya baik, maka citra Provinsi Lampung di mata pendatang dari Sumatera Selatan juga akan baik. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan rakyat Mesuji,” pungkasnya.

​Data Proyek Ruas Brabasan–Wiralaga (2026):

​Total Panjang Ruas: ±29,44 km
​Penanganan Efektif 2026: ±8,83 km
​Jenis Konstruksi: Rigid Pavement (Beton)
​Lebar Jalan: 8,4 Meter
​Nilai Investasi: Rp100 Miliar
​Target Kemantapan: 100% pada akhir tahun.

(Kotan).

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *