Selter JPTP Lampura Mengerucut, 10 Kursi Eselon II Masuk Tahap Penentuan

Lampung Utara:  Persaingan memperebutkan kursi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) semakin mengerucut.
Setelah melewati tahapan seleksi administrasi dan rekam jejak, para peserta kini harus menghadapi tahapan yang lebih menentukan, yakni penulisan makalah, penilaian makalah hingga wawancara.

Hasil uji kompetensi manajerial dan sosial kultural menjadi salah satu penyaring penting dalam proses seleksi terbuka JPTP Lampura 2026.

banner 728x90

Berdasarkan Pengumuman Panitia Seleksi Terbuka JPTP Lampung Utara Nomor 12/PANSEL JPTP-LU/2026 tentang Hasil Nilai Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural Peserta Seleksi Terbuka JPTP Tahun 2026, yang ditetapkan 3 Oktober 2026, seleksi kini menyisakan 10 jabatan strategis.

Sebelumnya, seleksi dibuka untuk 11 jabatan. Namun, proses seleksi Kepala Dinas Kesehatan tidak dilanjutkan setelah jumlah peserta yang memenuhi persyaratan tidak mencukupi.

Salah satu persaingan yang cukup ketat terjadi dalam perebutan kursi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Delapan peserta yang mengikuti uji kompetensi seluruhnya dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Mereka yakni Anton Widawan Rahman, Budiman Thohir, Dicky Fahlevi Suudi, Doni Ferwari, Herwan, Iim Agus Muslim, Muhammad Randhy Pratama Wijaya dan Nebokadnezer Saleh.

Persaingan juga masih terbuka lebar pada kursi Kepala BPKA. Dari tujuh peserta yang mengikuti tahapan tersebut, seluruhnya dinyatakan lulus.

Kondisi serupa terjadi pada seleksi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja. Tujuh peserta yang mengikuti uji kompetensi dinyatakan lulus.

Sementara itu, untuk jabatan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, masing-masing terdapat enam peserta yang dinyatakan lulus.

Untuk jabatan Kepala Dinas PMDT, lima peserta dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan tahapan seleksi.

Sedangkan pada jabatan Asisten Administrasi Umum terdapat tiga peserta yang lulus. Kemudian empat peserta lulus untuk jabatan Kepala Perkim dan empat peserta lainnya untuk jabatan Kepala SDABMBK. Adapun untuk kursi Kepala BKPSDM, tiga peserta dinyatakan lulus uji kompetensi.

Lolos uji kompetensi bukan berarti persaingan berakhir. Justru, para peserta kini memasuki tahapan yang dapat menjadi ruang untuk menguji kemampuan mereka membaca persoalan daerah sekaligus menawarkan solusi.

Penulisan makalah dijadwalkan berlangsung Minggu, 4 Oktober 2026. Dalam tahapan tersebut, peserta diwajibkan menguraikan isu strategis dan persoalan yang dihadapi Lampung Utara maupun perangkat daerah yang dilamar.

Gagasan yang dituangkan juga harus dikaitkan dengan visi dan misi daerah serta RPJMD Lampung Utara 2025–2029, termasuk target kinerja perangkat daerah dan inovasi pelayanan publik. Makalah sekurang-kurangnya delapan halaman dengan waktu pengerjaan 150 menit.

Tahapan kemudian dilanjutkan dengan penilaian makalah dan wawancara pada 5–6 Oktober 2026 di Golden Tulip Springhill Hotel Bandar Lampung.

Di fase ini, peserta tidak cukup hanya mengandalkan rekam jejak dan nilai uji kompetensi.

Kemampuan membaca persoalan, menyusun strategi, menawarkan inovasi, serta menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam program kerja akan menjadi bagian penting yang diuji.

Wakil Ketua Sekretariat Seleksi Terbuka (Selter) JPTP Lampung Utara, Syarif Hidayat AR, mengatakan seluruh tahapan seleksi masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

Menurutnya, peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi kini memasuki tahapan penulisan makalah dan presentasi.

“Peserta yang lulus uji kompetensi saat ini melaju ke tahap selanjutnya, yakni membuat makalah di UPT BKD Provinsi Lampung. Kemudian makalah tersebut akan dipresentasikan pada tanggal 5 sampai 6 Oktober di Hotel Golden Tulip Bandar Lampung,” ujar Syarif, Minggu (4/10/2026).

Ia mengatakan hasil seluruh rangkaian tahapan tersebut rencananya diumumkan pada 7 Oktober 2026.

“Kita berharap semoga proses berjalan baik dan lancar,” harapnya.

Dengan semakin mengerucutnya jumlah peserta, persaingan memperebutkan 10 kursi eselon II Lampung Utara kini memasuki fase krusial. Bukan hanya soal siapa yang memiliki pengalaman dan rekam jejak paling kuat, tetapi juga siapa yang mampu menawarkan gagasan paling konkret untuk menjawab persoalan dan kebutuhan pembangunan Lampung Utara.
(*)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *