Kanjeng Andi Achmad Hidupkan Nostalgia, Mini Konser di Riis Coffee Jadi Ajang Silaturahmi Lintas Generasi

BANDAR LAMPUNG – Usia tampaknya bukan penghalang bagi Andi Achmad Sampurna Jaya untuk tetap memikat penikmat musik. Seniman sekaligus penyanyi senior Lampung yang akrab disapa Kanjeng Andi itu sukses menghidupkan suasana dalam mini konser yang digelar di Riis Coffee & Resto, Jalan Cut Nyak Dien, Bandar Lampung, Sabtu malam (20/6/2026).

Lewat sederet lagu legendaris seperti Bulan Separuh, Let It Be Me, The Way It Used to Be, hingga Samson and Delilah, Kanjeng Andi membawa para tamu larut dalam nuansa nostalgia. Penampilannya semakin lengkap saat membawakan medley lagu berbahasa Lampung yang mengundang tepuk tangan meriah dari para penonton.

banner 728x90

Acara tersebut tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ajang berkumpulnya sejumlah tokoh Lampung dari berbagai latar belakang. Hadir di antaranya mantan Bupati Tulang Bawang dua periode Abdurachman Sarbini atau yang akrab disapa Papi Mance, anggota DPD RI Bustami Zainudin, pengusaha Hedar Tayib, pengacara Gunawan Raka, anggota DPRD Lampung Budiman AS, serta sejumlah musisi dan seniman senior Lampung.

Sejak awal pertunjukan, Kanjeng Andi membuka penampilannya dengan lagu-lagu bertempo lambat yang sarat penghayatan. Memasuki pertengahan acara, suasana berubah lebih dinamis saat irama rock dan blues mulai dimainkan. Karakter vokalnya yang khas membuat para tamu tak segan ikut bernyanyi dan berjoget bersama.

“Ini sudah menjadi kebiasaan saya. Mengumpulkan sahabat, keluarga, dan teman-teman dari berbagai profesi untuk bersilaturahmi melalui musik,” ujar Kanjeng Andi di sela acara.

Konsep mini konser tersebut memang dibuat berbeda. Selain menyuguhkan hiburan musik, para tamu juga disediakan jamuan makan bersama. Bahkan, panitia membuka sesi open mic sehingga siapa pun yang hadir dapat tampil membawakan lagu favorit mereka.

Malam itu, Kanjeng Andi didukung oleh New Puranti Band yang diperkuat Indra dan Beny pada gitar, Efran di keyboard, Bakir pada drum, serta Jack sebagai pemain bass. Harmonisasi para personel membuat setiap penampilan terdengar solid dan menghibur.

Suasana semakin hangat saat Papi Mance naik ke atas panggung dan membawakan lagu dangdut populer Termiskin di Dunia. Penonton yang hadir spontan ikut berjoget dan bernyanyi bersama.

Tak hanya itu, seorang penggemar berat Rolling Stones sejak era 1980-an, Sony “One”, turut menyemarakkan acara dengan membawakan lagu legendaris Honky Tonk Women. Penampilannya menjadi warna tersendiri dalam konser yang didominasi nuansa nostalgia tersebut.

Generasi muda juga mendapat ruang dalam acara itu. Penyanyi remaja Shakila tampil percaya diri membawakan lagu I Will Always Love You yang dipopulerkan Whitney Houston. Suara merdunya sukses memukau para tamu dan mendapat sambutan tepuk tangan panjang.

Menjelang penutupan pukul 23.00 WIB, Kanjeng Andi kembali mengambil alih panggung. Ia membawakan medley lagu bernuansa rock dangdut yang dipadukan dengan lagu daerah Lampung seperti Sai Bumi Ruwa Jurai. Hampir seluruh penonton ikut bernyanyi, berjoget, dan larut dalam suasana penuh keakraban.

Bagi Kanjeng Andi, musik hanyalah sarana. Tujuan utamanya adalah mempererat hubungan antarsesama.

“Ini bentuk silaturahmi. Kita berkumpul, melepas penat, mengenang persahabatan lama, dan mengganti keluh kesah menjadi senandung kebersamaan,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai ruang pertemuan yang menghadirkan kegembiraan sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah perbedaan.

“Marilah kita terus bertemu dan bersatu dalam perbedaan, dalam suasana gembira sambil berdendang bersama,” pungkasnya. (One)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *