LAMPUNG UTARA : Ancaman kenakalan remaja hingga potensi konflik sosial menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Kepala desa dan tokoh masyarakat diminta memperkuat komunikasi serta deteksi dini agar berbagai persoalan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lampung Utara Iwan Purnama saat berdiskusi bersama kepala desa, tokoh masyarakat, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta unsur terkait di Kecamatan Abung Tengah, Rabu (30/9/2026).
Menurut Iwan, tantangan pemerintah daerah saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Persoalan sosial dan perubahan perilaku masyarakat, termasuk kenakalan remaja, juga membutuhkan perhatian serius.
“Melihat kondisi saat ini, tidak kita pungkiri tantangan terbesar bukan hanya membangun infrastrukturnya. Namun lebih pada sosial kultur, perilaku masyarakat, bahkan kenakalan remaja,” kata Iwan.
Karena itu, Iwan meminta kepala desa tidak menunggu persoalan membesar. Setiap indikasi konflik maupun keresahan di tengah masyarakat harus segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi.
“Ketika muncul persoalan, kita harus segera memposisikan diri, berkomunikasi dan mencari solusi. Jangan sampai ada provokasi atau hasutan. Kita cari benang merahnya, baik persoalan sosial, agama, maupun informasi yang beredar di media sosial,” tegasnya.
Iwan menilai peran pemerintah desa sangat penting karena kepala desa merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat. Dengan komunikasi yang intensif, potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial diharapkan dapat dicegah sejak awal.
Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat di Kecamatan Abung Tengah untuk terus mendukung program pemerintah pusat, termasuk menghadapi berbagai penyesuaian dan rasionalisasi kebijakan pada tahun mendatang.
Sementara itu, Ketua FKDM Lampung Utara Nasril Subandi menegaskan pihaknya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat maupun pemerintah desa yang menemukan persoalan di wilayahnya.
“Kami hadir untuk mengumpulkan berbagai hal yang terjadi di wilayah, khususnya Kecamatan Abung Tengah. Salah satunya menyampaikan bentuk pencegahan terhadap persoalan-persoalan di tengah masyarakat. Segera komunikasikan, dan pasti akan kami tindaklanjuti,” ujar Nasril.
Menurut Nasril, FKDM juga telah menyiapkan program yang menyentuh langsung masyarakat, terutama kalangan remaja.
Edukasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pencegahan dini terhadap kenakalan remaja sekaligus menjaga ketertiban lingkungan.
“Akan kita sampaikan kepada anak-anak remaja, sehingga sosialisasi dan edukasi sebagai bentuk pencegahan dini dapat tercapai dan ketertiban tetap terjaga,” katanya.
Nasril menjelaskan, deteksi dini bukan berarti menunggu terjadinya konflik. Justru berbagai indikasi yang dinilai tidak wajar harus menjadi perhatian sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Misalnya, adanya perkumpulan atau aktivitas tertentu di tengah masyarakat yang berpotensi memicu gesekan. Kondisi semacam itu, kata dia, perlu segera dikomunikasikan dan diantisipasi.
Camat Abung Tengah Kasim mengatakan pencegahan dini merupakan langkah strategis untuk meminimalisasi potensi konflik di masyarakat.
Menurutnya, potensi persoalan dari aspek politik, keagamaan maupun sosial harus diantisipasi sejak awal agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Saya mengajak kepala desa, khususnya di Abung Tengah, untuk bersama-sama mengantisipasi hal-hal yang terjadi, bahkan yang berpotensi terjadi. Tidak menutup kemungkinan akan ada kegiatan lanjutan dalam rangka pencegahan,” kata Kasim.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kesbangpol Lampung Utara Iwan Purnama, Kabid Wasnas dan Penanganan Konflik sekaligus pemangku kegiatan FKDM Yanti Fitriana, Ketua FKDM Nasril Subandi beserta jajaran, Camat Abung Tengah, Kapolsek, Danramil, para kepala desa serta tokoh masyarakat.
Melalui penguatan komunikasi antara pemerintah desa, FKDM, aparat keamanan dan masyarakat, potensi persoalan diharapkan dapat dikenali lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang mengganggu keamanan dan ketenteraman masyarakat. (Ayi/*)























