JAKARTA : Kesemutan merupakan kondisi ketika tangan atau kaki terasa seperti ditusuk-tusuk, kebas, atau mati rasa. Sensasi tersebut kerap dianggap sepele, padahal dalam kondisi tertentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menjadi sinyal adanya masalah pada sistem saraf maupun sirkulasi darah.
Secara medis, kesemutan atau parestesia terjadi akibat gangguan sementara pada saraf. Penyebabnya beragam, mulai dari posisi tubuh yang tidak tepat—seperti duduk terlalu lama, bersila, atau menggantungkan tangan dan kaki—hingga faktor kesehatan dan pola hidup.
Namun demikian, faktor pola makan juga berperan penting dalam memicu munculnya kesemutan. Sejumlah jenis makanan diketahui dapat memengaruhi fungsi saraf dan peredaran darah, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak seimbang.
Beberapa jenis makanan yang berpotensi memicu atau memperparah kesemutan antara lain:
Makanan tinggi gula.
Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah yang, dalam jangka panjang, berisiko merusak saraf tepi dan memunculkan sensasi kebas atau kesemutan.
Makanan tinggi garam.
Asupan natrium yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan cairan dan aliran darah, sehingga berdampak pada tekanan saraf, khususnya di area tangan dan kaki.
Makanan olahan dan cepat saji.
Jenis makanan ini umumnya minim kandungan vitamin esensial, terutama vitamin B kompleks yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf.
Konsumsi alkohol berlebihan.
Alkohol dapat bersifat toksik terhadap sistem saraf jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan waktu lama, yang berpotensi menyebabkan kesemutan kronis.
Kekurangan vitamin B.
Defisiensi vitamin B1, B6, dan B12 sering dikaitkan dengan gangguan fungsi saraf. Asupan vitamin ini dapat diperoleh dari kacang-kacangan, sayuran hijau, ikan, telur, dan produk susu.
Kapan Harus Waspada?
Kesemutan sesekali umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan perubahan posisi tubuh. Namun, bila kesemutan terjadi secara berulang, berlangsung lama, atau disertai kelemahan otot dan nyeri, masyarakat disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Menjaga pola makan seimbang, mencukupi kebutuhan nutrisi, serta menghindari kebiasaan duduk terlalu lama merupakan langkah sederhana namun penting untuk mencegah kesemutan dan menjaga kesehatan saraf.
Kesadaran akan sinyal-sinyal tubuh, termasuk kesemutan, menjadi bagian dari upaya preventif agar kualitas hidup tetap terjaga.
(**)





















