Lampung Utara: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Utara membuka ruang kreativitas bagi generasi muda melalui Lomba Video Konten Literasi. Ajang tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi produksi video, tetapi diarahkan untuk mendorong tumbuhnya budaya baca sekaligus kemampuan generasi muda mengemas pesan literasi melalui media digital.
Mengusung tema “Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca dan Literasi di Kabupaten Lampung Utara”, lomba ini terbuka bagi masyarakat berusia 17 hingga 35 tahun yang memiliki minat terhadap dunia literasi dan produksi konten kreatif.
Kegiatan tersebut menjadi relevan di tengah perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Pesan tentang membaca, pengetahuan dan pemanfaatan perpustakaan tidak lagi harus disampaikan melalui cara-cara konvensional, tetapi dapat dikemas dalam bentuk video yang lebih dekat dengan karakter generasi digital.
Peserta ditantang menghasilkan video berdurasi 5–7 menit yang sesuai dengan tema lomba. Karya harus orisinal dan dibuat sendiri dengan melampirkan surat pernyataan serta memenuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Utara, Aprilia, ST.MM, mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, memanfaatkan ajang tersebut sebagai ruang untuk berkarya sekaligus menyampaikan pesan positif mengenai pentingnya literasi.
Pesan literasi yang dikemas secara kreatif dinilai memiliki potensi menjangkau masyarakat lebih luas. Terlebih, video menjadi salah satu medium komunikasi yang banyak digunakan generasi muda dalam memperoleh maupun menyebarkan informasi.
Selain mengasah kreativitas, kompetisi tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi mengenai keberadaan dan perkembangan perpustakaan di Lampung Utara.
Perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang belajar, memperoleh informasi, mengembangkan pengetahuan dan meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Ayo Berkarya, Berliterasi dan Menginspirasi” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.
Panitia menyediakan total hadiah Rp19 juta. Juara pertama memperoleh Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta dan juara ketiga Rp3 juta. Selain itu, terdapat tujuh finalis terpilih yang masing-masing mendapatkan hadiah Rp1 juta.
Pendaftaran dan pengiriman video dibuka 8–25 Oktober 2026 dengan kuota terbatas untuk 50 peserta. Peserta yang lolos tahapan selanjutnya akan mengikuti pembekalan atau bimbingan teknis pada 29 Oktober 2026 di Pusiban Agung.
Sementara proses penjurian dan pengumuman 10 video konten literasi terbaik dijadwalkan berlangsung pada 2–5 November 2026.
Bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan, pendaftaran dapat dilakukan melalui kode QR yang tercantum dalam informasi resmi lomba.
Persyaratan utama peserta antara lain berusia 17–35 tahun, kreatif dan memiliki minat terhadap dunia literasi, membuat video sesuai tema, menghasilkan karya sendiri atau orisinal, serta mengikuti seluruh ketentuan lomba.
Melalui kompetisi ini, perpustakaan diharapkan semakin hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai institusi penyedia bahan bacaan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem literasi digital.
Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan membaca, memahami, memverifikasi dan mengolah informasi menjadi pengetahuan merupakan keterampilan penting. Karena itu, gerakan literasi membutuhkan pendekatan yang adaptif agar pesan membaca dan belajar tetap relevan bagi generasi muda.
Lomba video tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan budaya baca dengan kreativitas digital. Generasi muda tidak hanya didorong menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi kreator yang mampu menghasilkan konten edukatif, informatif dan inspiratif bagi masyarakat.
(Ayi/Ipul)























