MBG Ramadan di Lampung Utara Dipertanyakan: Paket Berbuka Dinilai Minim Gizi, Satgas Lapor ke BGN

Lampung Utara: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Utara kembali disalurkan usai libur sepekan. Namun, pelaksanaannya selama Ramadan berubah. Menu tidak lagi disantap di sekolah, melainkan dibagikan dalam bentuk makanan kering untuk dibawa pulang sebagai santapan berbuka.

Alih-alih mendapat apresiasi, skema ini justru memicu keluhan dari sejumlah wali murid. Mereka menilai komposisi paket yang diterima siswa jauh dari standar gizi yang layak dan tidak sebanding dengan anggaran yang ditetapkan pemerintah.

banner 728x90

Eman, wali murid salah satu siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kotabumi, mengaku terkejut saat melihat isi paket yang dibawa pulang anaknya, Senin (23/2/2026). Paket tersebut, kata dia, hanya berisi tiga butir kurma, satu roti kering, dan satu kotak susu kemasan kecil.

“Saat berbuka anak saya membuka paket MBG dari sekolah. Karena sedang puasa, jadi dibawa pulang. Isinya hanya tiga kurma, satu roti kering, dan satu susu kecil. Kandungan gizinya bagaimana?” ujar Eman.

Ia juga mempertanyakan kesesuaian nilai paket dengan anggaran Rp15 ribu per porsi yang disebut-sebut menjadi patokan program tersebut. “Hitung sendiri saja. Menurut saya jauh dari nominal itu,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan wali murid lain yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut anaknya hanya menerima satu butir telur ayam dan sewadah kecil salad sebagai menu MBG hari itu.

Para orang tua berharap pemerintah daerah dan pelaksana teknis segera mengevaluasi kualitas maupun komposisi menu. Menurut mereka tujuan utama MBG adalah menunjang kecukupan gizi siswa, termasuk selama menjalankan ibadah puasa. Bukan sekadar memastikan distribusi tetap berjalan.

Menanggapi kritik tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan dan Pembinaan Program MBG Kabupaten Lampung Utara, Mat Sholeh, mengatakan pihaknya telah menghimpun seluruh laporan dan keluhan dari penerima manfaat serta pemerhati program.

“Semua data sudah kami kumpulkan dan sudah kami laporkan ke BGN,” ujar Mat Sholeh.

Satgas, menurut dia, menunggu arahan dan evaluasi lanjutan dari Badan Gizi Nasional (BGN) agar pelaksanaan MBG di Lampung Utara kembali sejalan dengan tujuan program. Menjamin kualitas asupan, memastikan standar gizi terpenuhi, serta menjaga transparansi anggaran.

(Ipul/Ayi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *