Bandar Lampung: Proses penjaringan calon prajurit TNI Angkatan Darat terus diperketat. Sebanyak 352 peserta Calon Bintara Prajurit Karier (Caba PK) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 mengikuti sidang pemilihan tingkat Subpanpus Kodam XXI/Radin Inten yang digelar di Serambi Kehormatan Yonif 143/TWEJ, Natar, Lampung Selatan, Selasa (9/6/2026).
Sidang dipimpin langsung Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi didampingi Wakil Ketua Sidang Kolonel Kav Susanto Dwi Asmara. Tahapan ini menjadi penentu bagi para peserta yang telah melewati serangkaian seleksi ketat untuk memperebutkan kesempatan menjadi prajurit TNI AD.
Dalam arahannya, Pangdam menegaskan bahwa proses seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel guna menghasilkan calon bintara yang memiliki kualitas, integritas, serta kemampuan terbaik untuk mendukung tugas-tugas TNI AD di masa mendatang.
“Seleksi ini bukan sekadar mencari yang memenuhi syarat, tetapi memilih putra-putra terbaik bangsa yang siap mengabdi dan menghadapi tantangan tugas sebagai prajurit,” tegas Kristomei.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan tim sekretariat yang telah menjalankan proses seleksi sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, kualitas pelaksanaan seleksi harus terus ditingkatkan agar semakin baik pada penerimaan berikutnya.
Kepada seluruh peserta, Pangdam mengingatkan agar menerima hasil seleksi dengan sikap dewasa.
Pengumuman kelulusan dijadwalkan pada 12 Juni 2026.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus, Kristomei meminta agar tidak larut dalam euforia kemenangan. Sebaliknya, mereka harus segera mempersiapkan diri menghadapi pendidikan militer yang menuntut fisik, mental, dan disiplin tinggi.
“Sementara yang belum berhasil jangan berkecil hati. Jadikan pengalaman ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan mencoba kembali pada kesempatan berikutnya,” pesannya.
Melalui seleksi yang berlangsung ketat dan profesional tersebut, TNI AD berharap dapat melahirkan generasi prajurit yang tangguh, berkarakter, serta memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
(One)























