MESUJI — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mesuji terus bergerak aktif dalam langkah kesiapan guna meraih prestasi maksimal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang. Kepastian ini didapat usai digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Porprov di Sekretariat GOR KONI Mesuji, Jalan ZA. Pagar Alam, Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Senin (24/8/2026) beberapa hari lalu.
Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Mesuji, Budi Yuhanda, S.H., M.Kn., tersebut dihadiri oleh perwakilan pengurus dari 13 Cabang Olahraga (Cabor) yang diproyeksikan akan tampil membela panji Kabupaten Mesuji.
Berdasarkan data Berita Acara Rapat Koordinasi, kontingen Kabupaten Mesuji secara keseluruhan diketahui akan menerjunkan 245 personel, yang terdiri dari 199 atlet dan 46 official, manager, serta pelatih.
Adapun rincian kesiapan atlet dan tim pendukung dari 13 cabang olahraga tersebut meliputi:
- IPSI (Pencak Silat): 12 Atlet, 3 Official/Pelatih.
- HAPKIDO: 11 Atlet, 3 Official/Pelatih.
- JUDO: 15 Atlet, 3 Official/Pelatih
- FORKI (Karate): 12 Atlet, 3 Official/Pelatih
– E-SPORT (ESI): 12 Atlet, 3 Official/Pelatih
- BULU TANGKIS (PBSI): 10 Atlet, 3 Official/Pelatih.
- PSSI (Sepak Bola/Futsal): 59 Atlet, 9 Official/Pelatih.
- BASKET (PERBASI): 8 Atlet, 2 Official/Pelatih
– POBSI (Biliar): 5 Atlet, 3 Official/Pelatih
- ATLETIK (PASI): 20 Atlet, 3 Official/Pelatih
- GULAT (PGSI): 10 Atlet, 3 Official/Pelatih
- CATUR (PERCASI): 14 Atlet, 3 Official/Pelatih
– RENANG (PRSI): 11 Atlet, 5 Official/Pelatih.
Ketum KONI Kabupaten Mesuji, Budi Yuhanda, S.H., M.Kn., kepada Media ini menegaskan, bahwa angka kuota atlet dan official yang disepakati merupakan hasil kajian rasional dari masing-masing pengurus cabor untuk dijadikan pijakan awal dalam merancang kebutuhan operasional serta teknis pertandingan.
”Rakor ini menjadi momentum krusial untuk menyamakan persepsi dan menyusun pemetaan anggaran kebutuhan hingga target medali secara presisi. Jumlah 245 orang kontingen ini adalah acuan dasar kami,” ujar Budi Yuhanda kepada wartawan,Jum’at(28/08/2026).
Dijelaskannya, kendati jadwal pelaksanaan penyerahan medali secara formal diproyeksikan pada tahun 2027 mendatang dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran daerah, namun terkait kesiapan dalam hal ini fokus pembinaan dan pemantapan kualitas atlet tidak boleh terhenti.
”Kami pihak KONI menekankan prinsip efisiensi namun tetap berorientasi pada hasil. Kami ingin memastikan bahwa setiap cabor yang dikirim bukan sekadar berpartisipasi dalam ajang ini, melainkan benar-benar siap berkompetisi penuh dan menyumbang medali untuk harumnya nama Kabupaten Mesuji di tingkat provinsi,” tegas Budi Yuhanda.
Sementara senada hal itu Sektretaris Umum KONI Mesuji Rudi Juniansyah mengatakan,
untuk menjaga kedisiplinan administrasi dan keabsahan data para atlet, KONI Mesuji menetapkan tenggat waktu (deadline) ketat bagi seluruh cabor.
”Awal bulan September mendatang dipatok sebagai batas akhir bagi seluruh pengurus 13 cabor untuk menyerahkan kelengkapan berkas entry by name, termasuk data diri transparan dan alamat domisili resmi dari seluruh atlet, manager, serta pelatih. Ini penting agar pemusatan latihan dan pemantauan performa berjalan optimal tanpa kendala administratif,”pungkasnya. (Kotan).























