Dari Kedai Kopi Menjadi Rumah Berbagi, Ri’is Kitchen & Coffee Buka Makan Gratis Empat Hari Sepekan

BANDAR LAMPUNG – Di tengah kondisi ekonomi yang masih menekan sebagian masyarakat, langkah sederhana namun bermakna ditunjukkan Ri’is Kitchen & Coffee di Jalan Cut Nyak Dien, Bandar Lampung. Mulai Senin (22/6/2026), kedai yang dikenal sebagai tempat nongkrong dan kuliner itu resmi membuka program makan gratis bagi masyarakat.

Program sosial tersebut digagas langsung oleh Rini, 47 tahun, pimpinan sekaligus pengelola Ri’is Kitchen & Coffee. Baginya, kesuksesan usaha tidak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan orang lain.

banner 728x90

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Itu yang selalu saya pegang dalam hidup,” ujar Rini saat ditemui di sela persiapan peluncuran program tersebut, Minggu (21/6/2026).

Melalui program itu, masyarakat yang melintas maupun yang sengaja datang ke Ri’is Kitchen & Coffee dapat menikmati makanan secara gratis setiap Senin hingga Kamis. Sementara pada hari Jumat, manajemen dan karyawan akan menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan makanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Rini, ide membuka rumah makan gratis berawal dari keprihatinannya melihat masih banyak warga yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemandangan lansia, anak-anak, hingga kaum dhuafa yang harus bekerja keras hanya untuk mendapatkan makanan kerap mengusik pikirannya.

“Saya sering merasa sedih melihat mereka berjalan mencari nafkah dengan segala keterbatasan. Mereka adalah saudara kita. Kalau kita diberi rezeki lebih, sudah seharusnya ada sebagian yang dibagikan kepada mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

Bagi ibu tiga anak tersebut, berbagi bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Tuhan. Ia meyakini bahwa rezeki yang diterima seseorang tidak akan berkurang karena disedekahkan.

“Ketika Allah memberi rezeki kepada kita, berarti ada hak orang lain yang harus kita salurkan. Saya percaya rezeki yang dibagikan akan kembali dengan cara yang lebih baik,” katanya.

Meski bukan berasal dari kalangan pengusaha besar, Rini mengaku tidak pernah menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti berbagi. Baginya, nilai sebuah kebaikan tidak ditentukan oleh besar kecilnya nominal yang diberikan, melainkan oleh keikhlasan dan konsistensi untuk membantu sesama.

“Saya bukan orang kaya raya. Tapi saya percaya tidak ada orang yang menjadi miskin karena rajin bersedekah. Justru dengan berbagi, hidup terasa lebih berarti,” ujarnya sambil tersenyum.

Program makan gratis ini dibuka setiap Senin hingga Kamis, pukul 11.30 hingga 13.00 WIB di Ri’is Kitchen & Coffee, Jalan Cut Nyak Dien Nomor 62, Bandar Lampung. Rini berharap langkah kecil yang dimulai dari kedainya itu dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut menebar kebaikan.

Ke depan, ia bahkan bercita-cita menghadirkan lebih banyak titik rumah makan gratis di berbagai wilayah Lampung.

“Kalau Allah mengizinkan dan rezeki terus mengalir, kami ingin membuka tempat makan gratis di lokasi lainnya. Semoga semakin banyak orang yang bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, Ri’is Kitchen & Coffee kini tak hanya menyajikan kopi dan makanan. Kedai itu perlahan menjelma menjadi ruang berbagi, tempat di mana sepiring nasi menjadi simbol kepedulian, dan kebaikan menemukan jalannya untuk tumbuh.
(*/One)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *