LAMPUNG UTARA – Suasana tenang Minggu pagi di Dusun Gunung Labuhan, Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, berubah mencekam setelah seorang pria lanjut usia diduga mengamuk sambil membawa golok dan menyerang sejumlah warga yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya.
Peristiwa berdarah yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB itu mengakibatkan sedikitnya tiga orang mengalami luka akibat sabetan senjata tajam. Korban utama, Muqosim (74), mengalami luka serius di bagian kepala dan punggung setelah diserang pelaku.
Menurut keterangan warga, situasi semakin kacau ketika anggota keluarga korban berusaha memberikan pertolongan. Pelaku yang diduga tengah diliputi emosi kembali mengayunkan golok ke arah korban lain hingga menyebabkan luka di bagian kepala. Seorang warga yang mencoba melerai juga menjadi korban dan mengalami luka pada bagian tangan.
Darah sempat berceceran di dalam rumah tempat kejadian. Warga yang menyaksikan insiden tersebut memilih menjauh karena khawatir menjadi sasaran berikutnya.
Usai melakukan penyerangan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi. Korban yang mengalami luka-luka kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Belakangan diketahui terduga pelaku berinisial HS alias K (75), warga setempat. Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.
Kurang dari 10 jam setelah kejadian, jajaran Unit Reskrim Polsek Abung Selatan berhasil mengamankan HS saat bersembunyi di rumah salah seorang kerabatnya yang masih berada di wilayah Desa Tanjung Iman.
Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa sebilah golok yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.
Kapolres Lampung Utara AKBP Deddy Kurniawan melalui Kasi Humas IPTU Herawati membenarkan penangkapan pelaku.
“Setelah menerima laporan, anggota langsung bergerak melakukan penyelidikan dan pencarian hingga pelaku berhasil diamankan,” ujar IPTU Herawati.
Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Abung Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, penyidik masih mendalami motif yang melatarbelakangi aksi penganiayaan berdarah tersebut.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna mengungkap secara utuh kronologi serta penyebab terjadinya penyerangan yang menghebohkan warga Dusun Gunung Labuhan tersebut.
(Ipul/Ayi)























