10 Tahun Menanti, Warga Kelapatujuh Desak Pemkab Lampung Utara Segera Bangun Jembatan Penghubung Tiga RT

Lampung Utara– Kesabaran warga Lingkungan I, Kelurahan Kelapatujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, mulai habis. Selama hampir satu dekade mereka harus melewati jembatan bambu yang rusak parah untuk beraktivitas. Padahal, jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses penghubung RT 02, RT 04, dan RT 07.

Ironisnya, usulan perbaikan jembatan itu sudah berulang kali disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan. Namun hingga kini belum juga terealisasi.

banner 728x90

Ketua RT 02, Suyatno, mengatakan jembatan berukuran sekitar 3 x 4 meter itu memiliki peran vital bagi mobilitas warga. Selain menjadi jalur menuju permukiman, akses tersebut juga digunakan masyarakat untuk bekerja, bersekolah, hingga beribadah.

“Sudah kurang lebih sepuluh tahun kondisinya rusak berat. Warga berkali-kali bergotong royong memperbaiki secara swadaya agar masih bisa dilewati. Setiap tahun kami usulkan dalam Musrenbang, tetapi belum pernah menjadi prioritas pembangunan. Kami berharap tahun ini pemerintah benar-benar merealisasikan perbaikannya,” kata Suyatno, Senin (29/6/2026).

Keluhan serupa disampaikan Abduh, warga RT 04. Menurutnya, kondisi jembatan kini semakin membahayakan karena konstruksi bambu yang menjadi pijakan warga sudah lapuk dimakan usia.

“Naik kendaraan sudah tidak bisa. Jalan kaki saja harus sangat hati-hati karena bambunya rapuh. Padahal ini akses utama warga, termasuk untuk menuju Masjid Al-Khoir. Kami khawatir sewaktu-waktu bisa memakan korban jika tidak segera diperbaiki,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah tidak lagi menunda pembangunan jembatan tersebut. Sebab, selain menghambat aktivitas sehari-hari, kerusakan jembatan juga mengancam keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.

Menanggapi keluhan itu, Lurah Kelapatujuh, Syahroni, mengakui kondisi jembatan memang sudah memprihatinkan. Ia mengatakan telah meninjau langsung lokasi dan akan kembali mengusulkan pembangunan jembatan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.

“Memang kondisinya sudah sangat rapuh dan berisiko dilalui masyarakat. Jembatan ini merupakan akses penting yang menghubungkan RT 02, RT 04, dan RT 07. Kami akan mengusulkan kembali agar perbaikannya bisa menjadi prioritas pemerintah daerah,” ujarnya.

Kini warga hanya berharap usulan yang selama bertahun-tahun disampaikan tidak kembali berhenti di meja perencanaan. Mereka menginginkan bukti nyata berupa pembangunan jembatan permanen yang aman dan layak digunakan, bukan sekadar janji yang terus berulang setiap tahun.

(Ayi/Ipul)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *