Kabel Internet Diduga Picu Kecelakaan Pengendara di Kotabumi, Korban dan Perusahaan Sepakat Berdamai

Lampung Utara:  Insiden kecelakaan yang menimpa seorang pengendara sepeda motor akibat diduga tersangkut kabel jaringan internet di Jalan Jenderal Sudirman, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, berakhir dengan penyelesaian secara kekeluargaan antara korban dan perusahaan penyedia jaringan.

Peristiwa itu terjadi  10 Maret 2026 saat teknisi PT Indonesia Trans Network (ITN) Lampung tengah melakukan pemasangan kabel jalur internet di lokasi tersebut. Seorang pengendara motor bernama Anas Mudhakir, warga Bandar Jaya Timur, Lampung Tengah, diduga tersangkut kabel yang sedang dipasang hingga terjatuh dan mengalami luka.

banner 728x90

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit di Bandar Jaya untuk mendapatkan penanganan medis.

Mengetahui kejadian tersebut, pihak perusahaan langsung menjenguk korban dan menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut. Perusahaan menanggung seluruh biaya pengobatan hingga kondisi korban dinyatakan stabil.

Sehari setelah kejadian, tepatnya pada 11 Maret 2026, kedua pihak sepakat menyelesaikan perkara tersebut secara damai. Kesepakatan dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian yang ditandatangani oleh perwakilan perusahaan dan korban, serta disaksikan oleh keluarga dan saksi setempat.

Dalam kesepakatan itu, perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saat pemasangan kabel, menanggung biaya pengobatan korban, memperbaiki sepeda motor milik korban, serta memberikan kompensasi tambahan. Sementara itu, korban menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum karena persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Perwakilan ITN Lampung, Anggi Kurniawan, mengatakan kondisi korban kini sudah membaik dan telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

“Korban sudah kembali ke rumah dalam kondisi sehat. Kami juga telah mengunjungi kediamannya untuk memastikan kondisinya sekaligus menyerahkan kompensasi tambahan,” ujar Anggi.

Ia menyebut insiden tersebut menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk meningkatkan standar keselamatan kerja di lapangan.

“Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih berhati-hati dalam pekerjaan pemasangan maupun perawatan jaringan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” katanya.

Sementara itu, Anas Mudhakir menyatakan menerima penyelesaian yang dilakukan perusahaan dan mengapresiasi sikap kooperatif yang ditunjukkan pihak ITN.

Ia mengaku seluruh biaya pengobatan hingga perbaikan kendaraan telah ditanggung oleh perusahaan.

“Masalah ini kami selesaikan secara baik-baik. Saya berterima kasih karena pihak perusahaan bertanggung jawab penuh,” kata Anas.

(Ayi/Ipul)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *