Hujan Dua Jam, Kota Lumpuh: Banjir Kembali Kepung Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG : Hujan deras yang mengguyur Bandar Lampung selama lebih dari dua jam, Selasa malam (14/4/2026),  memicu banjir di sejumlah titik rawan. Air yang meluap secara tiba-tiba tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas di pusat kota.

Sejumlah wilayah terdampak parah, di antaranya Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, serta kawasan Kedaton. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 60 sentimeter dan dengan cepat masuk ke dalam rumah warga.

banner 728x90

“Baru dua jam hujan, air sudah masuk rumah. Banjirnya sangat cepat,” ujar Nuril, warga Kedaton.

Tak hanya permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah ruas jalan protokol seperti Jalan Raden Inten, Jalan Sultan Agung (Way Halim), Jalan Pulau Sebesi (Sukarame), hingga Jalan Ratulangi. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat, bahkan lumpuh di beberapa titik.

Kemacetan parah terjadi di sekitar simpang RSUD Abdul Moeloek, di mana sejumlah kendaraan terjebak genangan. Pengendara terpaksa mencari jalur alternatif untuk menghindari kawasan rendah yang tergenang air.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hampir seluruh wilayah kecamatan di Bandar Lampung berada dalam status waspada. Wilayah tersebut meliputi Kedaton, Sukarame, Tanjungkarang Barat, Pusat, dan Timur, Panjang, Telukbetung Selatan dan Utara, Rajabasa, Sukabumi, Way Halim, Labuhan Ratu, Kedamaian, hingga Bumi Waras.

Dalam keterangannya, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hidrometeorologi, seperti jalan licin dan menurunnya jarak pandang. Warga juga diminta menghindari daerah rendah saat hujan masih berlangsung serta memastikan saluran air di lingkungan tetap lancar.

Berulangnya banjir di titik-titik langganan ini kembali memunculkan sorotan terhadap buruknya sistem drainase kota. Warga mendesak pemerintah daerah segera menghadirkan solusi konkret agar bencana serupa tidak terus berulang setiap musim penghujan.

Selain kerugian materiil, banjir juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat. Untuk itu, warga diimbau tetap siaga dan proaktif menjaga lingkungan guna meminimalisir dampak yang lebih luas.

(Tri Sanjaya)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *