Lampung Utara : Niat mencari dan memikat ayam hutan berakhir tragis. Toni (58), warga Jalur 2 Tanjung Alam, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, ditemukan meninggal dunia di tengah kebun sawit setelah sempat menghilang dan dicari keluarganya selama hampir seharian penuh, Selasa (2/6/2026).
Korban diketahui berpamitan kepada keluarga sejak pagi hari untuk berburu lokasi yang banyak terdapat ayam hutan di kawasan Curup Guruh Kagungan.
Namun hingga siang hari, pria tersebut tak kunjung pulang dan sulit dihubungi.
Kekhawatiran keluarga mulai muncul saat putrinya, Melisa, mencoba menghubungi ponsel korban sekitar pukul 10.00 WIB. Berkali-kali dihubungi, namun tidak ada jawaban.
Merasa ada yang tidak beres, keluarga bersama warga langsung melakukan pencarian ke sejumlah lokasi yang biasa didatangi korban. Upaya pencarian berlangsung hingga malam hari.
Sebelum menuju lokasi perburuan, korban sempat singgah di rumah rekannya, Junaidi, sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu Toni menanyakan lokasi yang banyak terdapat ayam hutan untuk dipikat. Setelah berbincang sekitar 10 menit, korban melanjutkan perjalanan seorang diri.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 20.00 WIB. Warga menemukan korban tergeletak di area kebun sawit dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Kristofel, mengatakan jenazah korban langsung dievakuasi ke RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi guna menjalani pemeriksaan medis.
“Korban dicari keluarga sejak pukul 10.00 WIB karena tidak bisa dihubungi. Setelah dilakukan pencarian bersama warga, korban ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB dalam keadaan meninggal dunia di kebun sawit,” ujar Ivan.
Hasil pemeriksaan dokter tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi juga memastikan seluruh barang berharga milik korban masih utuh di lokasi.
“Handphone, sepeda motor dan dompet korban masih ada. Tidak ada barang yang hilang,” tegasnya.
Dari keterangan keluarga, dua hari setelah Hari Raya Iduladha korban sempat mengeluhkan nyeri di bagian dada. Berdasarkan temuan tersebut, polisi menduga korban meninggal akibat serangan jantung saat berada di lokasi.
Adapun luka pada bagian wajah yang ditemukan saat proses pemeriksaan diduga terjadi akibat benturan ketika korban terjatuh.
“Gigi korban sudah kropos. Saat terjatuh, gigi mengenai bibir sehingga menyebabkan luka dan mengeluarkan darah,” jelas Ivan.
Usai proses visum selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban yang sempat berharap Toni pulang dengan selamat setelah seharian dicari. (Ayi/Ipul)























