MESUJI – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan euforia pesta sepak bola terbesar sejagat, Piala Dunia 2026, Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Mesuji resmi mengumumkan kolaborasi bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Mesuji, serta Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Mesuji.
Kolaborasi lintas sektor ini diwujudkan melalui serangkaian event prestisius yang menggabungkan semangat olahraga, kreativitas seni, dan ketangkasan digital generasi muda lokal.
Rangkaian festival yang dipusatkan di Kompleks Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mesuji ini diproyeksikan menjadi wadah konsolidasi bakat sekaligus hiburan massal bagi masyarakat.
Agenda utama yang dipastikan menyedot perhatian publik di antaranya adalah Open Kompetisi PS3 & Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026, Lomba Solosong se-Kabupaten Mesuji, serta Turnamen Esports bergengsi Mobile Legends dan Free Fire.
Sinergi strategis demi menjaring potensi pemuda, Ketua Askab PSSI Mesuji Budi Yuhanda saat dikonfirmasi, menjelaskan bahwa program kolaboratif ini dirancang bukan sekedar sebagai hiburan musiman, melainkan sebuah ikhtiar strategis untuk mendekatkan organisasi olahraga dengan basis pemuda.
Menurutnya, demam Piala Dunia harus dimanfaatkan sebagai momentum emas untuk membangkitkan gairah berkompetisi yang positif di Kabupaten Mesuji.
”Dalam hal ini, Askab PSSI Mesuji menyadari bahwa sepak bola hingga hari ini, telah bertransformasi menjadi industri kreatif yang sangat luas. Melalui kerja sama dengan Disporapar dan rekan-rekan ESI Mesuji, kami ingin menciptakan ekosistem kegiatan yang inklusif.
Kami tidak hanya mewadahi pencinta sepak bola lapangan, tetapi juga generasi milenial dan Gen-Z yang menggeluti olahraga elektronik (esports) serta seni musik,” ujarnya dalam rilis resmi.
Dikatakan lebih lanjut, Pihak Disporapar Kabupaten Mesuji turut memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
Kadis Porapar Mesuji Andi S Nugraha mengungkapkan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi pemerintah daerah dalam mengembangkan indeks pembangunan pemuda, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga daerah seperti Gedung Olahraga (GOR) KONI Brabasan sebagai ruang publik yang produktif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari panitia pelaksana, Open Kompetisi PS3 akan memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar jutaan rupiah, lengkap beserta piala tetap dan piagam penghargaan.
Masa pendaftaran kompetisi ini dibuka mulai tanggal 8 Juni hingga 16 Juni 2026, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 150.000,- yang mana setiap peserta sudah otomatis mendapatkan jersey tim Piala Dunia favorit mereka. Partai sengit kompetisi PS3 ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026 bertempat di Kantor KONI Kabupaten Mesuji.
Tidak kalah meriah, Komunitas Musik Mesuji (KMM) bersama panitia juga menggeber Lomba Solosong Umum dalam rangka Nobar Piala Dunia 2026. Kompetisi tarik suara ini membuka pintu lebar bagi seluruh masyarakat umum tanpa batasan latar belakang. Dengan biaya registrasi yang sangat terjangkau, yakni Rp 50.000,-, peserta berkesempatan memperebutkan gelar Juara 1, 2, dan 3 yang masing-masing akan dianugerahi uang pembinaan, trophy, piagam, serta medali, sementara seluruh partisipan dipastikan mengantongi piagam resmi.
Untuk menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi solosong, panitia telah menetapkan format babak penyisihan lagu bebas via pengiriman audio MP3, yang nantinya akan dikerucutkan menjadi 10 besar untuk menyanyikan lagu pilihan dari jajaran musisi papan atas nasional seperti Dewa 19, Mahalini, Lyodra, hingga Judika. Babak final solosong ini akan dihelat di GOR KONI Brabasan, Desa Brabasan, mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai pada 17 Juni 2026.
Kemudian disisi yang sama, guna menjawab tantangan zaman dan tingginya animo pemuda di ranah digital, keterlibatan ESI Mesuji dalam menyelenggarakan Turnamen Mobile Legends dan Free Fire menjadi pembeda yang sangat diantisipasi.
Pihak ESI Mesuji menegaskan bahwa kompetisi ini menjadi bagian dari skema pemetaan atlet potensial yang nantinya akan dibina untuk mewakili Kabupaten Mesuji di ajang tingkat provinsi maupun nasional.
”Olahraga elektronik bukan lagi sekadar main game, melainkan cabang olahraga prestasi yang diakui negara. Event kolaborasi bersama Askab PSSI dan Disporapar ini menjadi panggung penting bagi kami untuk melihat langsung talenta-talenta lokal di divisi Mobile Legends dan Free Fire. Kami berharap dari atmosfer kompetisi yang kompetitif ini lahir tim-tim tangguh baru dari Mesuji,” tegas perwakilan pengurus ESI Mesuji.
Bagi masyarakat dan pemuda Kabupaten Mesuji yang ingin mendaftarkan tim atau diri mereka, panitia telah membuka pusat layanan informasi melalui kontak person resmi, di antaranya melalui saudara Ecenk (+62 823-6072-1515), Yozzy (+62 853-7924-0000), dan Navis (+62 822-6044-4904) untuk kompetisi PS3. Sedangkan untuk pendaftaran Lomba Solosong dan info teknis lainnya, dapat langsung menghubungi Ardan (0858-8395-2916) atau Ami (+62 823-3160-3362).
Dengan persiapan yang matang dan sinergi solid antarlembaga, festival olahraga dan seni menyambut Piala Dunia 2026 ini diharapkan mampu melahirkan prestasi baru, menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal di sekitar venue, serta menjadi momentum kebangkitan pemuda Kabupaten Mesuji yang harmonis dan kompetitif. (*)























