​Pasca-Kericuhan Tarkam di Mesuji, Pihak Kepolisian Bersama KONI dan PSSI Sepakat Terapkan Aturan Disiplin Ketat

Mesuji– Pihak Kepolisian Resor (Polres) Mesuji bergerak cepat merespons insiden kericuhan turnamen sepak bola antar-kampung (tarkam) yang terjadi di Lapangan Desa Adi Luhur, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Lampung, yang mana video keributan tersebut sebelumnya sempat viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

​Guna mencegah dampak sosial yang lebih luas, Polres Mesuji langsung menginisiasi pertemuan mediasi pada Sabtu (11/07/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan kedua tim yang bertanding, kepala desa terkait, panitia penyelenggara, serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mesuji dan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Mesuji.

banner 728x90

​Mediasi yang berlangsung kondusif ini bertujuan untuk menyelesaikan perkara secara damai sekaligus menegaskan kembali komitmen penegakkan aturan disiplin dalam setiap turnamen olahraga di wilayah Mesuji.


​Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus, S.IK., M.H. atau yang mewakili menegaskan bahwa langkah cepat ini diambil untuk menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Pihak kepolisian bersedia memfasilitasi ruang dialog, namun dengan syarat seluruh pihak wajib menjaga kondusivitas ke depan.

​”Kami memberikan ruang mediasi ini agar persoalan tidak berlarut-larut dan diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, kami juga menegaskan bahwa ke depan, izin keramaian untuk turnamen olahraga akan dievaluasi total jika panitia dan penonton tidak bisa berkomitmen menjaga ketertiban,” ujar perwakilan Polres Mesuji di sela-sela kegiatan.

Di tempat yang sama, perwakilan Askab PSSI dan Koni Mesuji menyayangkan insiden yang mencoreng marwah sepak bola daerah tersebut. PSSI bersama KONI sepakat bahwa aturan disiplin resmi harus tetap ditegakkan, meskipun pertandingan tersebut bertajuk turnamen tarkam.

​”Tarkam bukan berarti bebas dari aturan. Kami dari PSSI dan KONI Mesuji sepakat akan memperketat regulasi. Turnamen rakyat harus tetap menjunjung tinggi fair play. Untuk tim maupun oknum yang terbukti memicu kericuhan, sanksi disiplin berupa larangan bertanding (ban) di wilayah Mesuji akan kita terapkan secara tegas,” ungkap Ketua PSSI Mesuji Budi Yuhanda yang diwakili sektretaris PSSI Mesuji Heri Novianto.

​Sementara itu, perwakilan Kepala Desa dan pihak Panitia Penyelenggara Turnamen Desa Adi Luhur menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Mereka sepakat menandatangani pakta integritas bersama untuk menjamin sisa turnamen berjalan dengan aman.

​”Kami berterima kasih kepada Polres, KONI, dan PSSI Mesuji yang telah membimbing dan memberikan ruang dalam menyelesaikan masalah ini. Kami berkomitmen untuk memperketat pengamanan swakarsa dan memastikan seluruh suporter serta pemain mematuhi aturan baku yang sudah disepakati dalam mediasi ini,” kata perwakilan panitia.

​Pertemuan tersebut diakhiri dengan bersalamannya kedua perwakilan tim yang bertikai sebagai simbol perdamaian. Dengan adanya komitmen bersama ini, diharapkan turnamen sepak bola di Mesuji dapat kembali menjadi sarana hiburan rakyat yang sehat sekaligus tempat menjaring bakat-bakat muda, bukan justru menjadi pemicu perpecahan. (Kotan)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *