Sinergi Jong Mesodji, KONI, dan Pemkab Mesuji: Gelar Pesta Rakyat dan Nobar Final Piala Dunia 2026, Panggung Hiburan Menyatukan Masyarakat

MESUJI – Demam final turnamen sepak bola terakbar di planet bumi, Piala Dunia 2026, dipastikan bakal mengguncang Kabupaten Mesuji dengan atmosfer yang berbeda. Melalui kolaborasi modern antara Event Organizer (EO) Jong Mesodjinen, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji, sebuah perhelatan akbar bertajuk “Pesta Rakyat: Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia 2026” siap disuguhkan untuk masyarakat.

Festival yang memadukan unsur olahraga, seni musik, dan pemberdayaan ekonomi kreatif ini rencananya akan dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) KONI Mesuji pada Minggu, 19 Juli 2026, dimulai pukul 15.30 WIB hingga selesai.

banner 728x90

Tidak sekadar menyaksikan laga pamungkas di layar raksasa (giant screen), panitia penyelenggara telah merancang konsep acara secara matang guna memikat ribuan pasang mata. Berbagai keseruan telah disiapkan, mulai dari Game Zone, pembagian doorprize menarik, hingga panggung hiburan megah.

Kemeriahan acara ini juga akan didongkrak oleh kehadiran deretan bintang tamu nasional, artis daerah, serta penampilan enerjik dari grup-grup band lokal kebanggaan Mesuji.

Menariknya, panggung hiburan ini sekaligus menjadi panggung apresiasi bagi para pemenang festival Solo Song yang telah berkompetisi pada rangkaian pra-acara sebelumnya. Masyarakat yang hadir akan kembali dimanjakan oleh lantunan suara emas para juara lokal tersebut.

 

Ketua KONI Kabupaten Mesuji, Budi Yuhanda, menyambut baik sinergi kreatif multidimensi ini. Pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung tersebut menegaskan bahwa GOR KONI kini bertransformasi tidak hanya sebagai fasilitas olahraga fisik, tetapi juga ruang publik inklusif untuk menyatukan visi kepemudaan dan komunitas.

“KONI Mesuji berkomitmen penuh mendukung gerakan positif yang diinisiasi oleh pemuda kreatif lokal seperti rekan-rekan dari Jong Mesodjinen. Momentum Final Piala Dunia ini kami tangkap bukan sekadar menonton pertandingan, melainkan sebagai wadah membumikan semangat sportivitas, menghidupkan gairah seni, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” ujar Budi Yuhanda saat dikonfirmasi.

Selaras dengan hal tersebut, perwakilan dari EO Jong Mesodjinen menjelaskan bahwa konsep acara ini sengaja dikemas secara inklusif agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat—baik pencinta sepak bola fanatik maupun penikmat hiburan umum—dengan merangkul berbagai komunitas di Kabupaten Mesuji.

“Tujuan utama kami adalah menyajikan hiburan berkualitas, segar, dan merakyat. Kami ingin memberikan ruang bagi seniman daerah, musisi lokal, dan talenta Solo Song kita untuk tampil di panggung yang lebih besar dan diapresiasi langsung oleh masyarakatnya sendiri. Ini dari Mesuji, oleh Mesuji, dan untuk Mesuji,” ungkapnya.

Dukungan penuh yang mengalir dari Pemerintah Kabupaten Mesuji bukan tanpa alasan. Berlandaskan pada implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) terkait pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat di daerah, Pemkab Mesuji memproyeksikan acara ini sebagai stimulus penggerak roda ekonomi pasca-pandemi bagi sektor mikro.

Di sekitar area GOR KONI Mesuji, pihak panitia bekerja sama dengan dinas terkait akan memfasilitasi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk menjajakan produk mereka di sepanjang acara berlangsung.

Penjabat (Pj) Bupati Mesuji melalui perwakilan dinas terkait menyatakan bahwa Pemkab sangat mengapresiasi inisiatif kolaboratif ini. Pemerintah daerah berharap event berskala besar seperti ini dapat memicu multi-efek positif, khususnya dalam meningkatkan pendapatan pedagang kecil dan mempromosikan produk unggulan daerah ke kerumunan massa yang hadir.

Bagi masyarakat Mesuji dan sekitarnya yang ingin merasakan riuhnya atmosfer final Piala Dunia 2026 dengan keseruan festival hiburan yang lengkap, pastikan untuk mengosongkan jadwal pada Minggu, 19 Juli 2026, dan menjadi saksi sejarah dari festival olahraga dan seni terbesar tahun ini di Bumi Ragab Begawe Caram. (Kotan)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *