Dies Natalis VII, UMKO Ambil Peran Strategis Menjaga Marwah Budaya Lampung

LAMPUNG UTARA – Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus penjaga nilai-nilai budaya daerah. Dalam rangka Dies Natalis ke-VII dan Wisuda ke-VIII, UMKO akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menghidupkan Kekayaan Adat Istiadat Budaya Lampung untuk Lampung Utara Bermartabat” pada Rabu, 17 Juni 2026, di Aula Rektorat Lantai III UMKO.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen UMKO dalam mengangkat kembali adat istiadat dan kearifan lokal Lampung di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Melalui forum tersebut, kampus ingin mendorong lahirnya gagasan strategis untuk menjaga eksistensi budaya Lampung sekaligus memperkuat identitas masyarakat daerah.

banner 728x90

Rektor UMKO, Dr. Irawan Suprapto, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral tidak hanya mencetak sumber daya manusia yang unggul, tetapi juga menjaga warisan budaya yang menjadi jati diri bangsa.

FGD tersebut akan menghadirkan sejumlah tokoh penting di Lampung sebagai narasumber. Ketua Umum Kadin Lampung Ir. Anshori Djausal, MT akan membahas tema “Budaya dan Kearifan Lokal Lampung serta Potensi Pengembangannya dalam Penguatan Nasionalisme”.

Sementara itu, Irjen Pol (Purn) Dr. H. Ike Edwin, akan mengupas peran “Kelembagaan Adat dalam Mendukung Penyelesaian Konflik Sosial”.

Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, turut hadir menyampaikan materi mengenai “Tanggung Jawab Pemerintah Daerah dalam Pelestarian dan Pengembangan Budaya Lampung”.
Pemateri lainnya, Akuan Abung, S.E., akan membahas sejarah adat istiadat budaya Lampung, sedangkan Rektor UMKO Dr. Irawan Suprapto akan memaparkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga serta memelihara adat istiadat dan kearifan lokal Lampung.

Menurut panitia, kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog antara akademisi, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat untuk merumuskan langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan budaya Lampung.

UMKO berharap forum ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi yang konstruktif, tetapi juga memperkuat sinergi berbagai pihak dalam mewujudkan Lampung Utara yang bermartabat melalui penguatan adat istiadat dan kearifan lokal.

FGD terbuka bagi sivitas akademika, tokoh adat, pemerhati budaya, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.
(Ayi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *