Baru Dua Bulan Berlatih, Thania Tembus Podium Pekan Cangget 3 UMKO Lomba Panahan

LAMPUNG UTARA : Prestasi membanggakan ditorehkan Thania Rhamadani Harisma, pelajar kelas VII Sekolah IT Insan Robani Lampung Utara. Meski baru sekitar dua bulan menekuni olahraga panahan, Thania mampu meraih juara III dalam lomba memanah pada rangkaian Pekan Cangget 3 Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), Sabtu (31/10/2026).

Prestasi tersebut menjadi istimewa karena Thania harus bersaing dengan peserta yang memiliki pengalaman lebih panjang di dunia panahan. Kompetisi itu diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah menengah pertama di Lampung Utara.

banner 728x90

Bagi Thania, podium juara bukan hanya hasil pertandingan. Capaian tersebut menjadi pembuktian bahwa keterbatasan pengalaman bukan alasan untuk berhenti mencoba.

“Lawan tidak ada yang mudah. Mereka sudah bertahun-tahun ikut panahan dan lebih berpengalaman, sedangkan saya baru belajar dua bulan. Alhamdulillah bisa juara tiga. Ini menjadi kebanggaan bagi saya,” ujar Thania yang hobi makan keju dan es krim ini.

Di balik pencapaiannya, terdapat proses latihan yang dijalani dengan tekun. Thania meyakini prestasi tidak datang secara instan. Kemampuan harus dibangun melalui latihan yang konsisten, disiplin, serta keberanian menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.

Menurutnya, ada sejumlah hal sederhana yang terus dijaga untuk mengejar prestasi, mulai dari rajin berlatih, menjaga ibadah, berdoa, hingga memperhatikan kondisi fisik.

“Kalau ingin meraih juara harus rajin latihan, jangan lupa ibadah dan berdoa. Makan yang banyak dan sering angkat barbel,” kata Thania dengan polos.

Pesan sederhana tersebut justru menunjukkan bahwa olahraga bagi Thania bukan semata-mata soal memenangkan pertandingan. Ada proses membangun kedisiplinan, kekuatan fisik, konsentrasi, sekaligus mental untuk menghadapi tekanan kompetisi.

Panahan sendiri menuntut ketenangan dan konsentrasi tinggi. Atlet tidak hanya dituntut memiliki kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan mengendalikan emosi, menjaga fokus, serta mengambil keputusan secara tepat ketika menghadapi target.

Bagi pelajar seusia Thania, pengalaman mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter. Menang atau kalah menjadi pengalaman untuk belajar, mengevaluasi diri, dan memperbaiki kemampuan.

Putri ketiga pasangan Edison Kharisma dan Apriyantina itu pun tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada orang-orang yang selama ini memberikan dukungan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada guru, teman-teman, terutama kedua orang tua serta kakaknya, Ngah Aliffia dan Kakak Balqis, yang terus memberikan semangat dan dukungan selama menjalani latihan hingga mengikuti perlombaan.

Dukungan keluarga tersebut menjadi salah satu modal penting bagi Thania untuk terus berkembang. Sebab, prestasi anak tidak hanya lahir dari kemampuan individu, tetapi juga dari lingkungan yang memberi ruang untuk belajar, mencoba, dan berkembang.

Bagi Sekolah IT Insan Robani, capaian Thania menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi pelajar lainnya untuk berani mengembangkan minat dan bakat di luar bidang akademik.

Prestasi Thania juga memperlihatkan bahwa sekolah dapat menjadi ruang untuk mendorong peserta didik menemukan potensi dirinya. Olahraga, seni, teknologi, maupun bidang keterampilan lainnya memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, dan daya juang.

Prestasi Thania diraih dalam rangkaian Pekan Cangget 3 yang digelar UMKO. Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Rabu (28/10/2026) dan berlangsung hingga Senin (2/11/2026).

Pekan Cangget 3 menghadirkan 29 cabang perlombaan yang mencakup bidang akademik, seni, olahraga, teknologi, hingga keterampilan.

Pesertanya berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga mahasiswa. Jangkauan peserta juga mencakup tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengasah potensi yang mereka miliki.

Dalam konteks itu, pencapaian Thania menjadi contoh bahwa kesempatan berkompetisi dapat menjadi pintu bagi pelajar untuk mengenali kemampuan dirinya.

Pengalaman Thania juga memberikan pelajaran penting, prestasi tidak selalu dimulai dari pengalaman panjang.

Terkadang, prestasi justru dimulai dari keberanian untuk mencoba, kemauan untuk berlatih, dan konsistensi untuk terus belajar.

(Ayi/Ipul)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *