Diserbu Warga, Pangan Murah Pemkab Lampung Utara di Kotabumi Ludes dalam Sejam

Lampung Utara: Ratusan warga menyerbu Taman Olah Seni Kotabumi di Kabupaten Lampung Utara,  Rabu (25/2/2026). Dalam waktu kurang dari satu jam, ribuan bahan pokok yang dijual melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) ludes dibeli warga.

Antrean mengular sejak pagi, menandakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pangan berharga terjangkau menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

banner 728x90

Fenomena “serbu satu jam habis” itu menjadi gambaran jelas tekanan harga bahan pokok yang mulai terasa di tingkat rumah tangga. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara pun menjadikan GPM sebagai instrumen intervensi cepat untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus meredam potensi lonjakan harga jelang hari besar keagamaan.

Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Romli di sela kegiatan.

Menurut dia, momentum Ramadan dan Lebaran kerap diikuti kenaikan harga komoditas. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memperbanyak intervensi pasar agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan tanpa tekanan harga yang tinggi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung Utara, Muzarin Daud, menjelaskan GPM kali ini melibatkan Perum Bulog, pemasok telur Tama Jaya, Bunga Mayang, serta Tim Penggerak PKK. Kolaborasi dengan pemasok langsung memungkinkan harga ditekan lebih rendah dibanding harga pasar.

Dalam kegiatan itu, disediakan 3,5 ton beras SPHP, 1.200 liter minyak goreng, 2,3 ton gula pasir, 200 kilogram telur ayam ras, 300 tabung LPG 3 kilogram, serta cabai dan bawang.

Selisih harga yang ditawarkan cukup signifikan. Beras dijual Rp 57.000 per kemasan (pasar Rp 60.000), minyak goreng Rp 15.000 (pasar Rp 16.000), gula Rp 16.000 (pasar Rp 18.000). Untuk komoditas hortikultura, cabai merah keriting Rp 25.000 (pasar Rp 42.000), cabai rawit hijau Rp 33.000 (pasar Rp 60.000), bawang putih Rp 33.000 (pasar Rp 39.000), bawang merah Rp 36.000 (pasar Rp 43.000), serta LPG 3 kilogram Rp 20.000 (pasar Rp 23.000).

“Gerakan Pangan Murah ini efektif membantu masyarakat karena harga lebih rendah dari pasar. Kami libatkan Bulog dan produsen langsung supaya rantai distribusi lebih pendek dan harga bisa ditekan,” kata Muzarin.

Di tengah padatnya antrean, warga tetap antusias. Rosidar, warga Kelurahan Tanjung Aman, mengaku rela datang sejak pagi demi mendapatkan bahan pokok murah.

“Sangat membantu. Semoga bisa rutin, apalagi menjelang puasa dan Lebaran,” ujarnya.

Tingginya animo warga menunjukkan bahwa intervensi pasar seperti GPM bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kebutuhan riil masyarakat. Di tengah dinamika harga pangan, kehadiran pemerintah daerah menjadi penyangga penting untuk menjaga stabilitas dan rasa aman menjelang Ramadan.

(Ipul/Ayi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *