BANDAR LAMPUNG : Tokoh pariwisata nasional Sapta Nirwandar melontarkan pujian tinggi terhadap potensi pariwisata Lampung. Namun di balik apresiasi itu, ia menegaskan satu catatan penting: sektor ini belum dikelola secara optimal dan membutuhkan terobosan serius dari pemerintah daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Sapta saat menghadiri Halal Bihalal Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung di Perantauan di Mahan Agung, Minggu, 29 Maret 2026.
Menurut mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011–2014 itu, Lampung memiliki daya tarik wisata yang tidak kalah dibandingkan daerah lain, bahkan berpotensi bersaing di tingkat internasional.
Ia menyinggung kekayaan alam dan keunikan destinasi, mulai dari wisata bahari hingga ikon legendaris seperti Gunung Krakatau, serta keberadaan satwa khas seperti gajah dan lumba-lumba.
“Lampung itu spektakuler. Lautnya, kulinernya, hingga keanekaragaman hayatinya sangat kuat. Ini bisa disejajarkan dengan daerah lain, bahkan negara lain,” kata Sapta.
Namun, ia mengingatkan bahwa potensi besar tersebut tidak akan berdampak signifikan tanpa pengelolaan yang terintegrasi. Menurut dia, pariwisata bukan sekadar destinasi, melainkan ekosistem yang mencakup infrastruktur, layanan, hingga kualitas pengalaman wisatawan.
“Pariwisata itu satu kesatuan—restoran, bandara, hotel, hingga kuliner. Semua harus terhubung dan dikelola secara kolaboratif,” ujarnya.
Sapta juga menyoroti pentingnya peran pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam mendorong percepatan pengembangan sektor ini. Ia mendorong adanya inovasi kebijakan dan keberanian mengambil langkah strategis untuk memaksimalkan peluang ekonomi dari pariwisata.
“Potensinya besar, tapi harus dikelola profesional dan serius. Jika tidak, Lampung hanya akan jadi penonton,” kata dia.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta pengusaha Aburizal Bakrie. (One)























