Pangdam Radin Inten Rangkul Mahasiswa dan Media: Dari Aspirasi Aksi hingga Pengawasan Program Negara

Bandar Lampung : Kodam XXI/Radin Inten membuka ruang dialog terbuka dengan mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan insan pers dalam forum silaturahmi dan halal bihalal yang digelar di Aula Sudirman Makodam, Senin (13/4/2026).

Forum ini tak sekadar ajang seremonial, tetapi menjadi panggung penyampaian kritik, aspirasi, hingga penguatan peran pengawasan publik terhadap program negara.

banner 728x90

Kegiatan yang dipimpin langsung Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, itu dihadiri unsur Cipayung Plus, LMID, BEM berbagai kampus, serta wartawan dari media lokal dan nasional. Sejumlah pejabat utama Kodam dan perwakilan Pemprov Lampung turut hadir.

Dalam forum tersebut, mahasiswa menyinggung aksi demonstrasi 7 April 2026 di DPRD Lampung. Menanggapi hal itu, Pangdam menegaskan bahwa aspirasi mahasiswa telah diteruskan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti.

“Setiap aspirasi kami tampung dan kami salurkan sesuai mekanisme,” ujarnya.
Sorotan lain datang dari organisasi KAMMI yang mempertanyakan potensi penyimpangan dalam program Koperasi Merah Putih. Pangdam menegaskan, TNI AD melalui jajaran Kodim ikut terlibat dalam pengawasan di lapangan.

“Pengawasan dilakukan berjenjang, hingga ke tingkat pimpinan, agar program berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Tak hanya merespons isu aktual, Pangdam juga memaparkan arah kebijakan dan program strategis Kodam XXI/Radin Inten sejak berdiri pada 10 Agustus 2025. Di antaranya pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang kini telah mulai difungsikan, program TMMD, ketahanan pangan, hingga makan bergizi gratis.

Selain itu, penguatan teritorial juga dilakukan melalui pembangunan tujuh batalyon infanteri baru, lima di antaranya berada di wilayah Lampung dan dua di Bengkulu. Langkah ini disebut tak hanya berdampak pada aspek pertahanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam konteks komunikasi publik, Kodam juga memperkenalkan platform “Centurion 21” sebagai kanal pelaporan masyarakat terkait aktivitas TNI di lapangan.

Pangdam menekankan pentingnya kolaborasi dengan kalangan akademisi dan media sebagai mitra strategis. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran vital dalam menjaga persatuan, sementara media berfungsi memastikan informasi tersampaikan secara akurat dan berimbang.

“Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi momentum menyelaraskan langkah untuk menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Forum ini sekaligus menandai upaya Kodam XXI/Radin Inten membangun pendekatan yang lebih terbuka terhadap publik. Di tengah dinamika sosial dan kritik yang berkembang, sinergi antara TNI, mahasiswa, dan media dinilai menjadi kunci menjaga kondusivitas wilayah Lampung.

(One)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *