18 Tahun Mesuji: Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Bukti Seorang Ibu Bupati Memeluk 105 Desa-nya Tanpa Ada yang Dilupakan

Mesuji — Jika Mesuji adalah sebuah rumah besar, maka 105 desa adalah anak-anaknya. Dan di ulang tahun ke-18 ini, sang ibu tidak memilih untuk berpesta di atas panggung. Beliau memilih untuk turun, berjalan dari desa ke desa, memastikan tidak ada satu pun anaknya yang kelaparan dan tidak ada satu pun desanya yang merasa dilupakan.

Di usia yang ke-18 tahun, Kabupaten Mesuji tidak merayakan ulang tahunnya dengan pesta mewah. Mesuji merayakannya dengan cara yang paling menyentuh: mendatangi satu per satu desanya, memastikan tidak ada satu pun warga yang merasa tertinggal.

banner 728x90

Bupati Mesuji, Elfianah, S.E., M.I.P., bersama Wakil Bupati M. Yugi Wicaksono, S.M., mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan bersama. Dalam unggahannya, beliau menulis dengan penuh haru:

“Catat tanggalnya, jangan lupa hadir ya… Kita rayakan bersama HUT Mesuji, semoga kebersamaan kebahagiaan kita selalu di Ridhoi oleh ALLAH SWT.” ungkap
Bupati Mesuji, Elfianah, S.E., M.I.P.,

Kalimat sederhana, tapi terasa seperti undangan seorang ibu kepada anak-anaknya untuk pulang ke rumah.

Dari Pasar Murah Sampai Sunat Massal

Rangkaian HUT ke-18 ini bukan sekadar seremonial. Ada 15 kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat:

Dimulai dari Pasar Murah di 105 desa (2 – 25 November 2026), agar tidak ada dapur warga yang kosong. Dilanjutkan Lomba Eco Office, Gebyar PAUD, Peresmian RSUD Ratutara, Senam Bersama dan Sunatan Massal, hingga Sunatan Massal di seluruh Puskesmas di 7 kecamatan.

Ada juga Ziarah Makam Pendiri Mesuji, Kunjungan Gubernur Lampung, Festival Sungai Mesuji, Jalan Sehat, Lomba Vokal Grup KORPRI, Pertunjukan Kuda Lumping, Doa Bersama Lintas Agama dan Mesuji Bersolawat, hingga puncaknya Upacara HUT, Rapat Paripurna Istimewa, dan Malam Puncak Hiburan Rakyat.

Semua dirancang bukan untuk pejabat, tapi untuk rakyat.

“Satu Desa Pun Tidak Ada Yang Cemburu Sosial”

Yang paling membuat terharu adalah komentar warga di bawah unggahan beliau.

Seorang warga bernama Halomoan Harahap S menulis:

“SRIKANDI IBU BUPATI MESUJI,, PROGRAM NYA SEMUA BERJALAN DI 7 KECAMATAN MESUJI, DAN 105 DESA DI KAB MESUJI,, SATU DESA PUN NGA ADA YG CEMBURU SOSIAL, SAMA PORSINYA SEMUA. DESA YG DIBANTU SANGAT BERSYUKUR,, HEBAT. SEMPURNAHH SUKSES SLALU IBUU BUPATII,, AMINN YA ROBBAL ALAMIN”

Itulah kalimat yang paling jujur dari rakyat. Bagi mereka, keadilan bukan soal janji. Keadilan adalah ketika 105 desa merasakan porsi yang sama, tanpa ada yang merasa dianaktirikan.

Warga lain pun mengaminkan. Mami Budi menulis, “Aamiin semoga lancar semua acara,” dan Tika Hidayati membalas, “Semoga acaranya berjalan dg lancar.” Bahkan Bupati sendiri membalas satu per satu komentar warganya dengan kata “aamiin….” — sesederhana itu, sehangat itu.

Berkarya Untuk Mesuji

18 tahun bukan usia yang muda untuk sebuah kabupaten. Ada air mata, ada perjuangan, ada doa para pendiri yang kini sudah tiada dan diziarahi.

Tapi tahun ini, Mesuji seperti ingin berkata kepada seluruh Lampung: “Kami mungkin kabupaten muda, tapi kami punya ibu yang tidak pernah membiarkan satu pun desanya merasa sendiri.”

Dirgahayu Kabupaten Mesuji ke-18.
Berkarya Untuk Mesuji.

Semoga kebersamaan dan kebahagiaan kita selalu di Ridhoi oleh ALLAH SWT. Aamiin.

#BupatiMesuji #HutMesuji #BerkaryaUntukMesuji

Penulis: Mihsan

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *