“GEMAR” di Mesuji: Saat Ayah Kembali ke Sekolah untuk Jemput Rapor Anak

Mesuji – Selama ini pengambilan rapor sering identik dengan ibu atau wali perempuan. Mulai semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji ingin mengubah pemandangan itu lewat gerakan baru bernama *GEMAR: Gerakan Ayah Mengambil Rapor*.

Lewat Surat Edaran Nomor 400.3.1/180/IV.03/MSJ/2026 yang ditetapkan 11 Juni 2026, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Mesuji Fittrya Sari, S.SI., M.M menginstruksikan seluruh pengawas, kepala SD dan SMP se-Kabupaten Mesuji untuk mendorong keterlibatan ayah, kakak, paman, hingga kakek dalam momen penerimaan rapor anak.

banner 728x90

“Ini bukan sekadar ganti orang yang ambil rapor. Ini soal pesan: pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama, dan kehadiran ayah itu penting,” ujar Fittrya Sari dalam edaran tersebut.

Gerakan GEMAR ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nasional Nomor 14 Tahun 2025, serta Surat Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Lampung Nomor B-710/PK.02.02/J9/2025 tanggal 10 Desember 2025. Dukungan juga datang langsung dari Bupati Mesuji melalui surat nomor 400.14.4.3/3134/IV.02/MSJ/2026 tanggal 11 Juni 2026.

Banyak penelitian menunjukkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak berdampak besar: anak lebih percaya diri, nilai akademik lebih baik, dan perilaku lebih positif. Di Mesuji, Dinas Pendidikan berharap GEMAR bisa mematahkan anggapan bahwa urusan sekolah sepenuhnya di tangan ibu.

Sekolah diminta tidak hanya mengundang ayah saat pembagian rapor, tapi juga mendokumentasikan kegiatan dan melaporkannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji. Tujuannya, melihat sejauh mana gerakan ini tumbuh dan menjadi budaya baru.

“Bayangkan suasana sekolah saat para ayah hadir, bertanya langsung ke wali kelas, melihat hasil belajar anaknya. Itu momen yang akan diingat anak seumur hidup,” tambah Fittrya Sari.

Dengan GEMAR, Mesuji ingin menegaskan: keluarga adalah kelas pertama, dan ayah adalah guru pertama bagi anak laki-laki, sekaligus pelindung dan teladan bagi anak perempuan.

Kini tinggal bagaimana sekolah, orang tua, dan masyarakat merespons ajakan ini. Karena rapor bukan hanya selembar kertas nilai, tapi juga cerminan kebersamaan keluarga dalam mendidik. (Mihsan)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *